BNN: Penyelundup Narkoba di Medan Terkait Jaringan Malaysia

JAKARTA | DikoNews7 -

Salah satu tersangka penyelundupan narkotika di Medan, Kumai alias Ambri Harahap (34) merupakan pemain lama. Kumai telah masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh BNN sejak 2017 lalu.

"Bukan kali ini saja. Dia sudah masuk DPO kita dari tahun yang lalu dia pernah mengantar dan membawa 85 kg (sabu) pada bulan Februari tahun yang lalu dan kemudian setelah itu juga ada kurang lebih 20 kg," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari, di BNN, Cawang, Jakarta Timur yang dilansir dari detikcom, Kamis (29/3/2018).

Dalam penangkapannya yang dilakukan di Jalan Harjosari, Amplas, Medan, Kumai berhasil dilumpuhkan dengan tiga tembakan di bagian badan. Saat ini ia berada dalam kondisi kritis di RS Bhayangkara Medan. 

"Ditembak di bagian badannya 3 peluru tetapi saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan. Kritis," kata Arman.

Kumay diduga kuat merupakan pengendali sekaligus pemilik sabu sebanyak 10 kg yang turut diamankan BNN. Kumay juga diduga terlibat dalam jaringan Malaysia.

"Iya tadi kan saya sampaikan bahwa dia ini 3 kali dari tahun yang lalu kita deteksi. Berarti ini memang sudah lama bukan jaringan baru," katanya.

"Ini kaitannya dengan jaringan Malaysia," pungkasnya.  

Sebelumnya, BNN juga telah membekuk empat orang pelaku peredaran narkotika yang terlibat sindikat jaringan Malaysia-Aceh-Medan. Dalam penangkapan tersebut sebanyak 15 kg sabu dan 79.905 butir pil ekstasi.

Keempat pelaku yang dibekuk adalah Amri, Amiruddin, Marpaung, dan Zulkifli. Namun Amri ditembak mati karena berupaya kabur dan melawan saat hendak diringkus.

"Pengungkapan ini kerja sama BNN, Polri, dan Polisi Diraja Malaysia. Penyelidikan dilakukan selama satu bulan," kata Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Anjan Pramuka di RS Bhayangkara Medan, Selasa (27/2/2018).


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment