Daftar Cawapres Prabowo: Gatot, TGB, Cak Imin, hingga AHY

JAKARTA | DikoNews7 -

Partai Gerindra membuka nama-nama yang dilirik untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Siapa saja?

"Ada negarawan, ada AHY (Ketua Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono), ada TGB (TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang), ada Pak Gatot (Jenderal TNI Gatot Nurmantyo), ada Pak Anis Matta, ada Pak Sohibul (Presiden PKS Sohibul Iman), ada Pak Zulhas (Ketum PAN Zulkifli Hasan), ada Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar)," ucap Ketua Bidang Hukum DPP Gerindra Haniburokhman di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat yang dilansir dari detikcom, Sabtu (24/3/2018).

"Semuanya itu kalau kita lihat, kita simulasikan, cocok dengan Pak Prabowo. Tinggal mana yang paling tepat saja," imbuh dia.

Prabowo--sebagai penantang terkuat Jokowi saat ini--disebut Habiburokhman telah membuktikan konsistensinya sejak 2014. Habiburokhman menambahkan Prabowo menjaga komunikasi sangat baik dengan semua elite. Baik terkait pilpres maupun tidak.

"Pak Prabowo orangnya selalu menjalin silaturahim dengan banyak pihak. Apalagi dengan elite-elite bangsa ini. Jadi insyaallah dalam waktu yang nggak terlalu lama, sosok cawapres itu akan muncul dan kita perkenalkan ke masyarakat," ungkapnya.

Gerindra juga telah menyiapkan acara deklarasi dengan menggalang dukungan tertulis dari DPC. Anggota Dewan Kehormatan Partai Gerindra itu mengatakan dia baru saja merampungkan roadshow hingga tingkat ranting untuk persiapan deklarasi.

Deklarasi itu disebutkannya tak lama lagi digelar. Nantinya, akan diumumkan juga calon pendamping Prabowo. Habiburokhman menyebutnya 'satu paket'.

"Dekat-dekat ini, awal-awal April. Paling akhir Maret sampai awal April, itu pasti kita sudah deklarasi," pungkasnya.

Terkait nama-nama cawapres yang dipaparkan tersebut, Habiburokhman mengatakan DPP Gerindra akan menjaringnya dengan pertimbangan kriteria.

"Saya pikir kalau Pak Prabowo ini cawapresnya asal jangan yang malah menurunkan elektabilitas beliau. Karena elektabilitas beliau kan tinggi. Kalau saya pernah ngobrol dengan seorang ahli, saat ini kalau kita melawan incumbent, kalau incumbent itu harus cawapres yang mengerek elektabilitas beliau," pungkas dia. 

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment