Operasional Pabrik Peleburan Besi di Desa Helvetia di Stop

LABUHAN DELI | DikoNews7 -

Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait limbah pabrik peleburan besi di Jalan Persatuan 7 Dusun XI, Akhirnya Pemerintah Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, memanggil pemilik usaha, Rabu 28/3/2018.

Pertemuan dilakukan diruang Kades dan dihadiri langsung oleh pemilik usaha bernama Ahan beserta ibunya dan dimediasi oleh Kepala Desa Helvetia, Agus Sailin didampingi Kasi Trantib, Budi Pane beserta Kepala Dusun XI, Ahmad Jauhari Nasution ST.

Setelah mendengar arahan dari Budi Pane selaku Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Deli, akhirnya disepakati pabrik peleburan besi milik Ahan distop operasionalnya sementara waktu sampai cerobong asap pada pabrik tersebut selesai dikerjakan.

"Demi kebaikan bersama, sementara operasional pabrik distop dulu untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya kamu harus segera buat cerobong asap setinggi 7 meter diatas bangunan. Kemudian kamu juga harus memperhatikan dan peduli dengan lingkungan sekitar", sebut Kasi Trantib.

Jika nanti hal tersebut telah dikerjakan, kami akan datang meninjau. Jika sudah baik dan tidak meresahkan warga, silahkan pabrik dioperasikan kembali, ucap Budi dengan tegas. 
Hal ini pun disetujui Ahan dan ibunya selaku pengusaha dengan membuat surat pernyataan yang dituangkan diselembar kertas serta ditandatangani diatas materai.

Pantauan awak media, dalam pertemuan tersebut Kepala Dusun XI, Ahmad Jauhari Nasution ST, juga memberi pemaparan kepada pengusaha dimaksud tentang pentingnya wilayah pemerintahan sehingga pengusaha tersebut nyaman dalam menjalankan usahanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, limbah pabrik peleburan besi yang berada di Dusun XI, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, meresahkan warga diwilayah tersebut, Kamis 22/3/2018.

Pasalnya, limbah industri tersebut mengeluarkan asap dan bau tak sedap yang dikuatirkan bisa menimbulkan infeksi saluran pernapasan.  

Warga juga menyebut jika industri ini tidak memiliki surat izin berdiri serta persetujuan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).  

Reporter : M Rachman
Editor : Sapta
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment