Pelarian Komplotan Ibu-ibu Pencuri Pakaian Ini Berakhir di Tangan Massa

PADANG | DikoNews7 -

Tiga orang komplotan pencuri yang terdiri dua orang ibu-ibu dan satu orang laki-laki berakhir tragis setelah mobil minibus B 2272 BZI yang mereka tumpangi terjebak macet di simpang Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, Sumatera Barat. Warga yang sempat diserempet dan ditabrak oleh pelaku saat melarikan diri akhirnya mengamuk dan melempari pelaku dengan batu dan benda keras lainnya. Akhirnya berakibat NL (40) pelaku sekaligus sopir minibus tewas setelah diamuk massa.

Kasat Reskrim Polesta Padang, AKP Edriyan Wiguna mengatakan, tersangka melakukan aksinya di Pasar Raya Padang dan Tabing. Pengejaran ini dilakukan dari Pasar Raya, kemudian kabur ke Jalan Raden Saleh, KH Ahmad Dalan, Kalawi kemudian masuk By Pass sampai di Simpang Lubuk Begalung minibus yang dibawa komplotan IW (46), YY (40) sopiri NL (40) laki-laki terjebak macet disitulah warga mengamuk memukul pelaku memakai batu.

“Tadi kita lakukan pengejaran dari Pasar Raya sampai ke Lubeg, sampai di Lubeg karena macet sempat terhenti disitu, saat pengejaran mobil tersebut sempat menabrak masyarakat juga aparat kepolisian dari sanalah pelaku diamuk massa,” ujarnya di Mapolresta Padang, Jumat (23/3/2018).

Saat pengejaran polisi sempat melakukan penembakan pada ban kiri belakang mobil, meski sudah bocor namun mobil tersebut tidak mau berhenti polisi juga melihat sudah menabrak warga dan polisi akhirnya memutuskan menembak belakang mobil dan samping kiri mobil.

“Tembakan kita tidak mengenai pelaku, jadi pelaku itu dihajar massa, sopir mengalami luka berat saat dibawa ke rumah Bhayangkara kondisi koma sampai saat ini kita belum ketahui kondisinya,” timpalnya.

Saat ke RS Bhayangkara, NL sopir yang diamuk massa itu sudah berada dalam kamar mayat dengan kondisi kepala berdarah yang diduga dipukuli massa dengan benda keras.

Lanjut Edriyan, modus pencurian yang dilakukan satu pelaku membeli pakaian dengan cara meminta kepada petugas toko untuk dibungkus jadi kado, sementara satu lagi mengambil pakaian dengan cara memasukkan dalam pakaian kemudian melemparkanya ke dalam mobil yang dikemudikan NL.

“Aksi itu sudah dilakukan lima bulan dengan target toko grosir di Tabing dan Pasar Raya Padang, kita belum tahu kemana hasil curiannya dijual,” katanya yang dilansir dari SINDOnews.

Untuk pencurian hari ini polisi menyita 50 kodi pakaian kalau informasi dari toko ada senilai Rp20 juta. Dalam satu minggu ada empat kali melakukan pencurian tersebut.

“Keterangan dari korban pemilik toko selama dia beraksi sudah mengalami kerugian sebanyak Rp300 juta, itu baru satu toko belum toko yang lain ini masih kita kembangkan,” ujarnya.

Sementara minibus yang dijadikan kendaraan untuk kabur sudah disita kepolisian dengan kondisi rusak setelah dilempari batu. Kaca depan mobil pecah bekas batu, bagian kiri bumper mobil rusak, bagian belakang pecah penuh dengan pecahan batu.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment