Polrestabes Medan Amankan Narkotika dari 7 TSK Antar Provinsi.

MEDAN | DikoNews7 -

Mengatasnamakan bentuk keseriusan dalam memberantas serta penanganan kasus penyalahgunaan narkoba, Polrestabes Medan menunjukkan kinerjanya dengan keberhasilan mengungkap peredaran barang haram tersebut ke Medan.

Hasilnya tak sedikit, sebanyak 15 kilo gram daun ganja kering siap edar, 8 kilo gram sabu dan ratusan pil ekstasi diamankan Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. Tak hanya barang buktinya, 7 tersangka yang terlibat kasus tersebut pun diamankan.

Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Dadang Hartanto, SH SIK MS.I didampingi Kasat Res Narkoba, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat mengekspose pengungkapan dan penangkapan tersebut di halaman gedung Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kamis (12/7/2018) siang.

Kepada Wartawan, Kombes Dadang mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk keseriusan Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pengungkapan dan pemberantasan barang berbahaya itu bermula dari informasi masyarakat yang berhasil diungkap pihaknya pada tanggal 9 Juli kemarin. Dimana pihaknya berhasil mengamankan 5 kilo gram sabu dari tersangka bernama, Bondan Ismail. Bondan ditangkap dari kawasan Jalan Rajawali, Medan Sunggal pada 9 Juli 2018 sekira jam 20.00 wib.

Beberapa hari kemudian, petugas kembali mengamankan para tersangka lain yakni, MU yang ditangkap di Jalan Sei Kapuas Medan Sunggal dengan barang bukti sabu sebanyak 1,699 kilo gram. 

Dari pengedar yang lain pula, polisi meringkus, MR, SU, NAK, EE yang ditangkap dari tempat berbeda dengan barang bukti masing-masing seberat 1 kg, 400 gram, dan 97 gram sabu.

"Ini merupakan hasil tangkapan kita dalam kurun waktu sepekan dan yang paling menonjol 5 kilogram sabu itu. Diluar itu tangkapan penyalahgunaan sabu lainnya juga ada. Dari keseluruhan jadi total barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 8,196 kg," kata, Kombes Dadang.

Selanjutnya, dalam kurun waktu sepekan ini juga, polisi kembali mengungkap kasus pil ekstasi sebanyak 300 butir yang diperoleh dari seorang wanita. Tersangka berinisial N (30). Dia ditangkap di Loby Milenium Plaza, Jalan Kapten Muslim Medan, pada 5 Juli 2018 sekira jam 19.30 wib.

"Kalau tersangka yang membawa ekstasi ini seorang wanita dan berdasarkan informasi bahwa dipasok dari jaringan Lapas Tanjug Gusta Medan. Tersangka mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana yang di kenal nya melalui media sosial facebook," ujarnya.

Ketika ditanya langsung kepada tersangka, dirinya mengaku bahwa pil berbahaya itu rencananya akan dibawa ke kota Siantar. "Mau dibawa ke Siantar," akunya dihadapan polisi dan wartawan.

Teranyar dikatakan Kombes Pol Dadang yakni pengungkapan 15 kilo gram daun ganja kering siap edar. Dimana pihaknya berhasil meringkus tersangka berinisial SM (17) warga Jalan Sawang, Desa Lhok Gajah, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh utara.

Tersangka diciduk bersama barang bukti 15 kg ganja yang sudah dibalut lapban kuning di Jalan SM Raja KM 11, Kelurahan Martoba, Kecamatan Medan Timur, pada Rabu (11/7/2018) kemarin, sekira jam 08.00 wib.

Keberadaan tersangka terendus polisi berkat adanya informasi masyarakat yang mengatakan bahwa ada tersangka membawa ganja dari Aceh ke Medan melintasi angkutan transportasi dengan tujuan ke kota Pekan Baru.

"Seluruh narkoba itu juga rencananya akan diedarkan di Medan. Mereka menggunakan jalur Aceh ke Langkat hingga tiba di Medan. Antara mereka tidak saling bersangkut paut, mereka jaringan terputus," ungkapnya.

Secara tegas, ujar Kombes Dadang, bagi para tersangka yang mengedarkan dan memiliki narkoba diatas ketentuannya akan terancam hukuman penjara seumur hidup Hinga hukuman mati.

"Sesuai ketentuan bagian pengguna dan pengedar narkoba diatas rata-rata kan begitu ancamannya. Kan sudah ditetapkan iyu diundang-undang," katanya, usai ekspose tersebut. 
 
 
Reporter : Romi
Editor     : Sapta
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment