Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Marelan City Family Club

MARELAN | DikoNews7 -

Gadis Cilik bernama Delis Tina Hidayat (6) warga Jalan Baru Lingkungan XV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan mengalami nasib naas, Senin (11/7/'16)) sekitar pukul 11.00 Wib.


Anak ke dua dari pasangan Ike Farida dan Syarif Hidayatullah, tewas tenggelam di Kolam Renang Marelan City Family Club (MCFC) Jalan Kapten Rahmadbuddin Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.


Data yang dihimpun DikoNews7 menyebutkan, kejadian itu bermula saat korban bersama orang tuanya ingin berlebaran Idul Fitri pergi ke kolam renang yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. 

Dengan membayar uang masuk senilai Rp 15 ribu, orang tua korban pun masuk ke kolam renang MCFC yang berada tepat di depan kantor Camat Medan Marelan.

Sesampai di lokasi pemandian itupun orangtua korban bersama korban masuk ke dalam kolam renang.


"Tadi korban sebelumnya berenang di kolam anak-anak tapi tanpa sepengetahuan orangtuanya korban pindah ke tempat yang lebih dalam dan korban langsung mengapung,"kata Hari (42) salah seorang pengunjung.


Pria yang tinggal di Gang Jambu Marelan itu, menerangkan setelah korban mengapung petugas kolam renang mencoba memberi pertolongan pertama.


"Tadi dia sempat di pompa dadanya tapi gak sadarkan diri juga kemudian korban dibawa ke Puskesmas dan akhirnya nyawanya sudah tidak tertolongkan lagi,"tambahnya.


Dia mengatakan setelah dibawa ke Puskesmas Medan Marelan korban langsung dibawa ke rumah orangtuanya.


"Sekarang korban sudah dibawa keluarganya untuk dikebumikan,"tambahnya.


Terpisah, Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution mengatakan kalau pihaknya sudah memerintahkan pengelola kolam renang Marelan City Family Club untuk menutup sementara.


"Atas kejadian itu kita sudah perintahkan untuk menutup aktifitas kolam renang,"kata Parlindungan.


Parlindungan menambahkan, sampai saat ini pihak pengelola tidak bisa menunjukkan ijinnya.


"Semenjak dibuka 3 hari lalu pihak pengelola tidak ada pemberitahuan kepada kita jadi kita belum tau apakah ada ijin atau tidak tapi yang jelas sudah kita buat surat untuk ditutup atas peristiwa tadi,"ucapnya.


Amatan DikoNews7, pengelola yang merupakan warga keturunan bernama Jhoni dijemput oleh Panit Reskrim Polsek Medan Labuhan saat sedang di rumah korban.


"Perintah Kapolsek dia (Joni-red) harus dibawa ke polsek,"kata Panit Reskrim Medan Labuhan bernama Junaidi.


Namun, saat wartawan melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Medan Labuhan, AKP Yasir Ahmadi tidak menjawab. (Syahril)

No comments

Powered by Blogger.