Gotong Royong Jati Diri Bangsa Indonesia


BATUBARA | DikoNews7 -
  
Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi sosial antar sesamanya. Pada dasarnya manusia sesuai dengan fitrahnya merupakan makhluk sosial yang tidak biasa hidup sendiri melainkan membutuhkan pertolongan orang lain. 

Oleh sebab itu didalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerjasama dan sikap gotong royong dalam menyelesaikan segala permasalahan.

Karakter bangsa Indonesia salah satunya adalah gotong royong. Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. kita mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks.

Hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya. Akan tetapi dengan semakin derasnya arus globalisasi mau tidak mau kepribadian tersebut akan terpengaruh oleh kebudayaan asing yang lebih mementingkan individualisme.

Membicarakan tentang budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia, memang tiada habisnya. karena karakteristik masyarakat Indonesia yang heterogen dan beraneka ragam, maka kebudayaannya pun berbeda-beda. 

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia juga mempunyai nilai-nilai luhur yang membedakannya dengan negara-negara lain, misalnya tradisi masyarakat Indonesia yang senang bergotong royong, Bicara  tentang gotong royong  sebagian orang akan alergi mendengarnya dan hanya sebagian pula yang merasa  tertarik. 

Bagi sebagian orang yang alergi itu telah menganggap gotong royong adalah tradisi lama yang usang dan tidak mungkin diterapkan pada masa kini karena setiap orang memiliki kesibukan dengan urusannya. “ Time is Money “, waktu adalah uang. 

Jadi, kalau setiap orang yang bekerja harus memperoleh uang, sementara gotong royong tidak sedikitpun keuntungan materi yang diperoleh. Oleh sebab itulah, gotong royong tidak lagi menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.

Namun di sebahagian daerah Dalam kehidupan sehari-hari, budaya gotong-royong masih  menjadi urat nadi  dan mengakar kuat. Ini dibuktikan  dalam berbagai kegiatan keseharian masyarakat, Khususnya di   Kabupaten Batubara, praktek gotong-royong sering terjadi. 

Walau cenderung mengalami penurunan baik dari sudut pandang lingkup aktivitas maupun jumlah orang yang terlibat secara umum masih mendapatkan apresiasi positif dari warga masyarakat. Hal ini tampaknya juga dipengaruhi oleh salah satu karakteristik khusus, yaitu keeratan hubungan sosial yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.
  
Dalam kehidupan manusia sebenarnya gotong royong adalah modal awal dalam mencapai keberhasilan.perlu kita akui kemerdekaan Negara Indonesia juga diraih dengan cara bersama-sama bahu membahu mengusir penjajah dari negeri tercinta ini.  

Alangkah meruginya kita ketika hari ini kita sudah melupakan makna dari gotong royong tersebut.dari segala lini kehidupan manusia pasti tidak terlepas dari kegotong royongan. 

Misalnya dalam permainan sepak bola dapat kita bayangkan apabila kesebelas orang dalam satu tim masing-masing ingin membuat gol dengan gayanya sendiri,dapat dipastikan kesebelasan itu pasti mengalami kekalahan.

Istilah lain mengatakan jika satu batang lidi tidak akan mempunyai kekuatan, tetapi jika dari satu batang lidi dikumpulkan menjadi beberapa batang lidi maka kekuatan akan semangkin besar.

Didaerah perkotaan istilah-istilah seperti itu sudah mulai terlupakan,hal itu di sebabkan karena kehidupan dikota sudah semankin beraneka ragam.kata terakhir yang timbul adalah “ hidupku adalah hidupku dan hidupmu adalah hidupmu”.

Fenomena-fenomena inilah yang harus kita retas perlahan-lahan,dengan kembali mengingat bahwa kita harus terus membudayakan Semangat timbal balik (reciprocity)dalam kehidupan sehari-hari. 

Secara umum aktivitas gotong-royong memiliki tema sentral sebagai mutual help antar anggota masyarakat, dimana masing-masing pihak yang terlibat saling memberikan kontribusi, dan sebagai reward-nya mereka mendapatkan gain dari aktivitas yang dikerja-samakan.

Menurut Soejono Soekamto(1987) beberapa ciri masyarakat perkotaan yang menonjol adalah:

a)      Kehidupan beragama kurang karena disebabkan adanya cara berpikir yg rational,yg berdasakan pada perhitungan-perhitungan eksak
b)      Dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain
c)      Pembagian kerja lebih tegas dan mempunyai batas-bats yang nyata 
d)     Banyak peluang mendapat kerja daripada orang desa 
e)      Jalan pikiran yg rational menyebabkan interaksi sosial berdasarkan kepentingan daripada factor pribadi
f)       Jalan kehidupan yg cepat mengakibatkan pentingnya factor waktu
g)      Perubahan social tampak jelas dan cepat sebagai akibat terbukanya pengaruh dari luar

Perlu kita lihat kembali bahwa semangat gotong royong didasari oleh :

a. bahwa manusia tidak hidup sendiri melainkan hidup bersama dengan orang lain atau lingkungan sosial;
b. pada dasarnya manusia itu tergantung pada manusia lainnya;
c. manusia perlu menjaga hubungan baik dengan sesamanya; dan
d. manusia perlu menyesuaikan dirinya dengan anggota masyarakat yang lain.

Sudah sangat jelas bahwa didalam kehidupan bermasyarakat sikap gotong royong adalah “ HARGA MATI “ yang harus di jalankan.ketika di suatu komunitas sikap gotong royong tidak dapat kita lestarikan maka yang terjadi adalah komunitas tersebut pasti akan terkucilkan.didalam perekonomian juga sikap kerja sama tidak terlepas, dapat kita lihat dalam pembukaan UUD Dasar 1945 pasal 33 ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan.

Untuk dapat meningkatkan pengamalan azas kegotongroyongan dalam berbagai kehidupan perlu membahas latar belakang dan alasan pentingnya bergotong rotong

yaitu:

a. Bahwa manusia membutuhkan sesamanya dalam mencapai kesejahteraan baik
jasmani maupun rohani.
b. Manusia baru berarti dalam kehidupannya apabila ia berada dalam kehidupan
sesamanya.
c. Manusia sebagai mahluk berbudi luhur memiliki rasa saling mencintai, mengasihi dan tenggang rasa terhadap sesamanya.
d. Dasar keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengharuskan setiap manusia untuk bekerjasama, bergotong royong dalam mencapai kesehjahteraan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
e. Usaha yang dilakukan secara gotong royong akan menjadikan suatu kegiatan terasa lebih ringan, mudah dan lancar.

Sikap gotong royong yang dilakukan masyarakat dalam kehidupannya memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting. Dengan adanya gotong royong, segala permasalahan dan pekerjaan yang rumit akan cepat terselesaikan. 

Jika dilakukan kerjasama dan gotong royong diantara sesama penduduk di dalam masyarakat, Pembangunan akan cepat terlaksana apabila masyarakat didalamnya bergotong royong dan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan tersebut. 

Hal ini senada dengan pendapatnya Azinar Sayuti sebagai berikut: Segi lain yang dapat diperoleh faedahnya dari gotong royong ini adalah rasa keikutsertaan dan tanggung jawab bersama warga masyarakat bersangkutan dalam usaha pembangunan baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik atau menurut bidang-bidang kehidupan yang terdapat dilingkungan masayarakat setempat. (Azinar Sayuti, 1983:18 7).

Di dalam islam juga masalah sikap kebersamaan dan gotong royong juga sangat dianjurkan.perlu dingat bahwa selain kita bertaqwa kepala Allah Swt kita juga harus senantiasa saling menghargai dan bekerja sama dalam kebaikan kepada sesama. Sementara itu daiam Al-Quran disebutkan bahwa: Bergotong royonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan janganlah bergotong royong dalam berbuat dosa dan permusuhan (Q.S.Al-Maidah:2)

Tidak dapat kita pungkiri bahwa daerah Perdesaan adalah tempat dimana rasa kegotong royongan itu masih terlihat dengan jelas.dikarenakan daerah perdesaan belum terlalu banyak budaya-budaya luar yang masuk dan merusak budaya asli daerah tersebut.

Daerah tersebut juga masih banyak kita jumpai di pinggiran kota misalnya,status daerah memang kelurahan akan tetapi karena daerah tersebut terletak dipinggir kota maka sikap dan budaya Masyarakatnya masih mencerminkan keguyupan dan kebersamaan.namun budaya-budaya pedesaan yang mencerminkan kebersamaan masih terlihat kental walau Masyarakatnya berasal dari berbagai suku dan Agama. Hal tersebut mereka buktikan dengan selalu menggalakan gotong setiap minggunya.

Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa Kegiatan gotong royong merupakan warisan nenek moyang kita yang perlu dilestarikan, karena sikap ini sangat positif sekali dan menunjang bagi keselarasan dan kenyamanan masyarakat dalam kehidupannya. Sikap gotong royong merupakan ciri dari kehidupan masyarakat Indonesia yang perlu kita jaga kelestarianya. (M Jami Nasution ST)


Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment