Polres Labuhanbatu Musnahkan BB Narkoba

Kapolres Labuhanbatu : " Narkoba Harga Mati "

RANTAUPRAPAT | Dikonews7-

Polres Labuhanbatu musnahkan barang bukti (BB) narkoba berupa Ganja sebanyak 16.606,14 Gram, Sabu seberat 17,56 Gram dan pil ekstasy sebanyak 1.314 butir, Jumat (17/3/2017) oleh Satreskoba Polres Labuhanbatu dibawah asuhan AKP Mara Jungjung Siregar SH,MH.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK MH mengatakan, Harga Mati buat Narkoba dan menegaskan akan menerapkan Program Desa Bebas Narkoba.  

"Tak ada kompromi buat peredaran Narkoba di Indonesia khususnya di Wilayah hukum Polres Labuhanbatu, Itu sudah harga mati, Untuk itu Kita juga akan melakukan program 'Desa Bebas Narkoba', dimana yang nantinya bekerjasama dengan pihak Pemkab Labuhanbatu Raya, hal ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba", kata Kapolres Labuhanbatu Frido Situmorang SIK,SH. Jum'at (17/3/2017) di Mapolres setempat. 

Lebih jauh Frido memaparkan, ditahun 2016 lalu, pihaknya telah melakukan penindakan sebanyak 364 kasus yang artinya satu hari satu tersangka. sementara, untuk hasil yang akan dimusnahkan tersebut merupakan penindakan selama tiga bulan di tahun 2017 ini. 

Selanjutnya, Kapolres mengutarakan bahwa Kalapas Lobusona Rantauprapat sudah menolak tersangka yang telah dan akan ditindak karena over Kapasitas. 
"ini adalah lingkaran setan, dimana untuk mendapatkan narkoba harus mencuri, kalau ini kita biarkan, generasi kita kedepan akan rusak dan habis, dimana saat ini Kalapas juga sudah menolak tahanan karena over kapasitas" sebut Frido. 

Disamping itu, Kapolres menyebutkan bahwa Narkoba ini bukan hanya musuh polisi, tapi ini adalah musuh bersama. maka dari ini, Frido menghimbau kepada masyarakat agat dapat menciptakan respek di masyarakat dalam memberikan masukan kepada pelaku/pengguna sebagai upaya penekanan narkoba di Labuhanbatu Raya ini. 

Program Desa Bebas Narkoba itu disambut positif oleh Bupati Labura H.Khairuddinsyah Sitorus, dimana pihaknya juga telah menjalankan program pemberantasan narkoba tersebut sampai ke tingkat lingkungan terkecil.  

"Untuk narkoba saya juga berkomitmen dan merupakan harga mati, nantinya akan dilakukan hingga ke tingkat terendah, apabila Desa itu bisa bebas dari narkoba, penyelenggara pemerintahannya akan kita beri hadiah berupa reward, pun apabila keplingnya mengetahui tapi tidak lapor, dia akan saya berhentikan" tegas Bupati Labuhanbatu Utara yang juga sebagai Ketua FKPPI Sumut yang akrab disapa H Buyung ini. 

Disisi lain, H. Buyung Sitorus juga telah melaksanakan tes urin secara rutin kepada jajaran PNS yang dibawahinya setiap tiga bulan sekali. 
"itu juga kita lakukan rutin, bulan kemarin saya sudah pecat seorang Pegawai karena dua kali dites positif gunakan narkoba, kalau sudah begitu, dimatikan saja cocoknya itu" ungkapnya geram. 

Sementara dalam kesempatannya, Kompol J. Sinaga, BNNK Tanjung Balai yang membawahi Labuhanbatu dan Labusel, mengakui peredaran narkoba dewasa ini sangat pesat, hal itu dinilai dari hasil pemetaan pihaknya. 

"Saat ini yang kita fikirkan bersama adalah bagaimana caranya melakukan sinergitas dalam mempersempit ruang gerak narkoba tersebut hingga wilayah kita ini bebas dari Narkoba" ungkapnya. 

Selanjutnya, Ketua PD Muhammadiyah H.Yursalim Nasution, berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Labuhanbatu dapat bergandeng-tangan dalam memberantas narkoba ini. "Walaupun tidak bisa habis, setidak-tidaknya mengalami penurunan" katanya.

Tampak hadir dalam acara itu Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE, Kejari Labuhanbatu, perwakilan PN Rantauprapat, pihak Pemkab Labusel dan Labuhanbatu serta sejumlah tokoh masyarakat dan ormas. (RD)
 



No comments

Powered by Blogger.