Video Porno Siswi SMA Beredar di WA dan Line, Polisi Periksa Terduga Pemeran Pria

SAMARINDA | DikoNews7 -

Sebuah video porno berdurasi 5 menit antara seorang laki-laki dan perempuan mendadak beredar di jejaring sosial WhatsApp dan Line di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemeran perempuan di dalam video itu disebut-sebut sebagai salah satu siswi di SMA Negeri di kota ini.

Satreskrim Polresta Samarinda sudah mengantongi nama dari kedua orang yang diduga menjadi pemerannya dan langsung memeriksa RA (18), pria yang diduga ada di dalam video tersebut.

"Beberapa hari yang lalu dia (RA) baru datang ke Samarinda dan sejak pagi sudah datang ke Polres untuk kami mintai keterangan," ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono yang dilansir dari kompas.com, Kamis (26/10/2017).

Polisi, lanjutnya, melakukan pemeriksaan secara maraton untuk mengungkap kasus ini setelah laporannya masuk sejak Senin (23/10/2017).

Sebelumnya, polisi telah memeriksa dua orang lainnya, yaitu anggota keluarga wanita pemeran video tersebut.

Sementara itu, lanjut Sudarsono, Na (18), siswi SMA yang diduga menjadi pemeran perempuan dalam video mesum itu disebut masih berada di luar kota. Menurut Sudarsono, anggotanya sudah berangkat ke Jakarta pada Kamis sore untuk melakukan pemeriksaan terhadap NA.

"Ini kami maraton, masih tahap penyelidikan,dengan melakukan pemeriksaan. Untuk motif dan status mereka masih belum dapat kami beber karena memang semua masih menjalani pemeriksaan," tuturnya.

"Mereka kooperatif, semoga kasus ini cepat tuntas," tambahnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap dua pemeran video panas itu, kepolisian juga akan memanggil admin beberapa grup media sosial, locus tersebarnya video tersebut.

"Kasus ini masih berkembang terus, admin grup tempat video itu tersebar juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Dia menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih betpatokan terhadap satu video yang sudah tersebar luas kendati beredar kabar bahwa terdapat beberapa video lain yang juga telah tersebar.

"Kalau ada informasi tentang video lainnya, silakan laporkan kepada kami, biar ditindaklanjuti," ungkap Sudarsono.

No comments

Powered by Blogger.