Juru Periksa Polisi Sektor Percut Seituan Arogan ?

MEDAN | DikoNews7 -

Rahmansyah (32) warga Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, korban pengeroyokan sekitar 20 orang pengunjung kafe 'Bintang' di kawasan tanah garapan diwilayah tersebut, merasa semakin terpojok dan kebingungan saat akan melaporkan kasus yang menimpanya di Mapolsek Percut Seituan, Sabtu (24/3/2018) siang.

Pasalnya begitu akan memasuki ruang pemeriksaan, juru periksa (Juper) bernama, Aiptu Pahala Manulang langsung menghardiknya. 

"Kok gak sampek mati aja sekalian kau", begitu hardi penyidik berperawakan seram dengan ciri khas kumis tebalnya seperti yang dikatakan korban dihadapan wartawan.

Namun begitu hendak masuk ke ruang pemeriksaan, korban kembali disuruh menunggu di luar dengan alasan sang Juper tadi, masih istirahat makan siang. Disela menunggu, korban dihampiri beberapa wartawan disana. 

Dihadapan wartawan, korban cerita mengenai pengeroyokan yang menimpanya hingga menyebabkan bibirnya pecah, rahangnya bengkak dan lengannya penuh luka lecet akibat dipukuli pelaku yang berinisial IW (23), IM (24), KN (27), AF (28), ND (27) dan lainnya yang kesemuanya adalah warga dilokasi tersebut.

"Awalnya saya datang diajak teman saya si Rian dan Kiwil ke kafe Bintang sekitar pukul 10 malam dan duduk di meja 8," kata korban.

Ternyata di meja sebelahnya (meja 7) sudah ada pelaku IW dan IM bersama rekan-rekannya yang tengah berpesta minuman sambil merayakan ulang tahun salah satu diantara mereka. 

Karena beberapa orang diantaranya korban kenal, korban pun merasa tak ingin menggangu bahkan menawarkan rokok yang dibawanya. Petaka pun terjadi tanpa sengaja.

Tiba-tiba istri Imam yang disebut-sebut berinisial DS, datang melabrak korban dengan menuduh ingin menghancurkan rumah tangga keduanya. Mendengar hal itu, korban spontan terkejut. Sebab, korban tak mengenali DS hanya saja mengetahui suaminya IM.

"Pada saat itu, sekira pukul 01.00 dini hari, istri si IM yang berinisial DS mendatangi saya. Dia bilang 'Gara-gara kau aku ribut sama suamiku. Karena gak tau masalahnya, saya jumpai suaminya si IM kebetulan saya kenal. Jadi kubilang. Kau bilang sama binikmu kalau kita gak ada masalah apa-apa dan malah menuduhku yang bukan-bukan. Aku mau nanyak ada apa sebenarnya", kenang korban sambil menirukan perkataannya kepada pelaku saat itu.

Entah karena terpengaruh minuman memabukan atau lainnya, korban yang masih kebingungan kembali didatangi DS dan kembali melontarkan perkataan kasar dengan tuduhan serupa. Hal itu sempat membuat korban merasa terpojok. Sehingga teman-teman pelaku berdatangan mengerumuni korban.

"Belum sempat lagi saya membela diri, mereka langsung memukuliku dari belakang sampai tersungkur jatuh ke tanah dan aku tergeletak di tanah. Mereka terus menunjangi perut dan dadaku. Mukaku ditumbuki, saya sampai susah makan karena rahang saya bengkak dan bibir saya pecah," lanjut korban.

Beruntung perkelahian tak seimbang itu dapat dilerai warga dan pengunjung lainnya. Dengan kondisi yang babak belur korban dibantu temannya pulang ke rumah. Sementara itu, para pelaku pada saat itu juga langsung cicing melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Saya dibawa pulang oleh teman saya dan dibantu si Nanda dan Sandi pulang ke rumah. Aku gak sempat melawan karena aku bingung gak tau masalahnya apa bang. Lagian salah satu dari mereka (pelaku) ada yang membawa pisau untuk menikamku," ungkapnya.

Belum lagi sepenuhnya bercerita dengan para awak media yang mewawancarainya di luar ruangan tunggu di Mapolsek Percut Seituan, Juper Aiptu Pahala Sitanggang dengan gaya arogannya datang menghampiri.

"Kalian para wartawan, belum lagi korbannya diperiksa penyidik sudah kalian tanyain. Yah kabur lah pelakunya. Yaudah kalian aja yang nangkap pelakunya. Kalu dapat kalian pukuli aja sendiri," hardik polisi bertubuh tambun dengan perut sedikit buncit ini kepada para wartawan dan korban.

Dengan ucapan kasar sang penyidik, beberapa wartawan sempat menjelaskan bahwa apa yang dilakukan jurnalis disana sesuai etika jurnalis dan tidak ada melanggar kinerja polisi. 

"Kita kan cuma mewawancarai korban diluar ruangan sebelum diperiksa. Kalau masalah menangkap itu tugas polisi bukan tugas kami, mau kabur kemanapun pelakunya," jawab beberapa wartawan di Polsek Percut.

Karena tak mau ketegangan berlangsung lama, para wartawan pun pergi. Sementara Aiptu Pahala Sitanggang mengajak masuk korban ke ruang penyidik. 

"Woii, kesini kau," ucap Pahala Sitanggang mengajak korban masuk.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolsek Percut Seituan, AKP Junaidi yang melintas saat dimintai tanggapannya mengenai perilaku sang oknum Juper 'keren' tersebut menenangkan para awak media agar ucapan Aiptu Pahala Sitanggang tak di masukan ke hati.

"Soal Aiptu Pahala Sitanggang, saya mohon kawan-kawan wartawan memakluminya. Mungkin maksud dia supaya pelakunya jangan sampai lari jauh kalau diberitakan langsung. Lagian kan sifat orang berbeda-beda dalam menyampaikannya. Yah, menurut saya ada baik dan buruknya juga. Yang penting jangan dimasuki ke hati ya kawan-kawan," kata, Waka Polsek Percut Seituan, AKP Zunaidi, SH. 

Reporter : Romi
Editor : Sapta
Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment