DEMO Kejari Tebing Tinggi, Mahasiswa Tuntut Kinerja Jaksa Ungkap Korupsi

TEBING TINGGI | DikoNews7 -

Gelombang aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Negeri Kota Tebing Tinggi kembali terjadi pada Jumat kemarin. Kali ini aksi unjuk rasa damai dilaksanakan oleh organisasi yang mengatas namakan Komunitas Muda Peduli Pemberantasan Korupsi.

Pantauan dilokasi demo di depan halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari)  Kota Tebing Tinggi sejak pukul 10.00 Wib, setelah berorasi beberapa waktu, mahasiswa akhirnya diterima langsung oleh Kajari Fajar Rudi Manurung SH didampingi aparat Kepolisian Polres Tebing Tinggi.

Dalam orasinya mahasiswa dan Pemuda minta Kajari Fajar Rudi Manurung SH serius dalam mengungkap indikasi praktik KKN di Kota Tebing Tinggi.

“Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi harus serius dan tegas tangkap Pelakor (Pelaku Korupsi) di Kota Tebing Tinggi, aparat hukum jangan mandul dalam ungkap indikasi korupsi yang telah ditangani dan diadukan rekan LSM dan media serta masyarakat, untuk mendukung program nawacita Presiden RI tentang anti Korupsi aparat hukumnya harus bertindak profesional”, teriak R.L Pangabean Koordinator Aksi.

Aksi berjalan kondusif  dengan pengawalan aparat kepolisian Polres Tebing Tinggi, sembari berorasi mahasiswa membagikan lembaran tuntutanya kepada media dan masyarakat. Poin tuntutan terkait indikasi praktik KKN yang ada di kota Tebing Tinggi dijabarkan dalam lembaran tersebut.

Rizki R. Lubis merupakan Koordinator Aksi  ketika diwawancarai media menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian  dan perhatian generasi muda terhadap indikasi praktik KKN di Kota Tebing Tinggi agar terwujud kota Tebing Tinggi yang bersih dari praktik KKN.

“Aksi unjuk rasa ini adalah kepedulian kami, kami inginkan kota ini bersih dari praktik KKN dan tentunya harus didukung dengan tindakan tegas aparat hukum yaitu kejaksaan Negeri Tebing Tinggi dalam  ungkap praktik KKN, hari ini opini berkembang dimasyarakat, kejaksaan dinilai lambat dan terkesan memeti eskan beberapa kasus korupsi yang ada, dan ada juga isu bahwa oknum kejaksaan malah ikut-ikutan main dan dapat jatah proyek, miris kita mendengan isu ini, maka kami berharap isu-isu ini harus dibuktikan, jika isu itu tidak benar oleh kejaksaan negeri Tebing Tinggi dengan bekerja maksimal dan profesional dan membuktikan prestasinya dengan ungkap praktik KKN yang ada di Kota Tebing Tinggi”, Ungkap R. Ramadhan Lubis.

“Pak Fajar Rudi Manurung sudah lama bertugas di Tebing Tinggi, maka beliau sudah cukup paham kota ini, namun prestasi beliau dalam ungkap praktik KKn di Tebing Tinggi selama beliau dikota ini tidak terkesan berhasil, hanya biasa saja, kesan ketidak seriusan ini yang kami kesalkan, maka kami menuntut keseriusan beliau sebagai pimpinan untuk bekerja maksimal sebelum anggkat kaki dari kota Tebing Tinggi” tambah nya menjelaskan.

Saat diterima oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, R.L Pengabean kembali menegaskan kepada Fajar Rudi Manurung SH bahwa sudah berulang kali mahasiswa dan pemuda melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri, kami berharap keseriusan pihak penegak hukum dalam ungkap praktik KKN dan komitmen kejaksaan untuk profesional, jangan sampai ada isu okunum-oknum kejaksaan ikut campur dalam memenangkan tender proyek dan minta jatah pekerjaan di dinas-dinas kota Tebing Tinggi.

Setelah diterima oleh kepala kejaksaan negeri Tebing Tinggi, mahasiswa dan pemuda membubarkan diri dengan tertib, sambil meneriakkan bahwa akan terus melaksanakan aksi  seperti ini untuk mengawal beberapa indikasi praktik KKN yang ada di kota Tebing Tinggi dan terus menagih kinerja serius pihak kejaksaan negeri Tebing Tinggi dalam waktu dekat dengan jumlah massa dan organisasi lebih ramai.

Peserta Aksi  di Telpon

Setelah melakukan aksi unjuk rasa , awak media mencoba kembali melakukan wawancara kepada peserta aksi yang mengatasnamakan Komunitas Muda Peduli Pemberantasan Korupsi. Dalam wawancara tersebut, salah seorang peserta aksi yang tak mau namanya disebutkan membeberkan bahwa setelah aksi unjuk rasa ada beberapa oknum  pebisnis kontraktor yang ingin melakukan pendekatan kepada peserta aksi, untuk melakukan pertemuan terkait membicarakan hal-hal tentang tuntutan aksi mahasiswa dan pemuda.

“Ada beberapa kali yang menelepon kami bang,  kami kenal yang menelepon, tak enak kami sebutkan namanya bang, kami tahu ia adalah kontraktor dan pemegang beberapa proyek la,  yang menelepon ini utusannya, utusaannya ini mengajak kami melakukan pertemuan dengan bosnya bang untuk membahas terkait tututan kami bang kepada Kejaksaan Negeri  Tebing Tinggi, menurut isu yang kami dapat bang, pemborong ini lah yang menjalankan jatah proyek untuk okum pihak Kejaksaan Negeri, tapi ini kan masih isu, agar tak jadi fintah dan pencemaran nama baik jadi kami gak terlalu mau urusi masalah ini bang mungkin saja da niat lain”, ungkap sumber tersebut.

“Isu-isu bahwa ada kontraktor atau pemborong yang mengerjakan jatah-jatah pekerjaan untuk oknum kejaksaan negeri Tebing Tinggi sudah cukup kencang di Tebing Tinggi, namun isu seperti ini bisa saja adalah opini yang sengaja dibuat oknum tertentu untuk menjatuhkan seseorang, kami gak mau terjebak disini bang, kami akan tetap melakukan penelusuran dan pengawalan buat buktikan ini, kami berharap media juga dukung kami, dan kami mau dan berharap Kejaksaan Negeri membuktikan isu ini tidak benar dengan bekerja serius dan jawab dengan prestasi”, tambahnya.

Reporter : DN7
Editor : Sapta
Sumber : Utamanews



No comments

Powered by Blogger.