Sambut Bulan Suci Ramdhan, Polrestabes Medan Razia Tempat Hiburan Malam


MEDAN | DikoNews7 -

Guna menjaga kesucian bulan Ramadhan (puasa) Sat Sabahara Polrestabes Medan mengaku dengan sungguh-sungguh akan memberantas penyakit masyarakat (pekat) di Polrestabes Medan.

Kesungguhan itu diutarakan Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Igede Nakti didampingi Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar yang dengan tegas akan menutup seluruh tempat hiburan malam serta lokalisasi di wilayah Polrestabes Medan. Kegiatan itu disebutkannya akan berlangsung rutinitas.

"Untuk menjaga kesucian menjelang bulan Ramadhan, kita akan kordinasi dengan Pemko Medan untuk menutup tempat hiburan malam dan lokalisasi selama sebulan penuh di bulan Ramadhan," tegas, Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Igede Nakti saat konfresnsi pers, hasil ungkapan penyakit masyarakat di wilayah Polrestabes Medan yang dilaksanakan di Mako Sat Sabhara Polrestabes Medan, Jalan Putri Hijau Medan, (9/5/2018).

Pekat yang memang diketahui cukup marak di kota Medan, Satuan Sabahara melakukan penyisiran dimulai sejak Sabtu (5/5/2018) dini hari kemarin dengan sasaran tempat hiburan malam, lokalisasi dan tempat lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat.

Sasaran awal ditujukan ke kafe-kafe malam di seputaran Pajak Melati-Tanjung Anom dan sepanjang Jalan Ngumban Surbakti Medan dengan hasil ungkapan 4 unit mesin judi jakpot dan 55 botol minuman keras berbagai merek.

Selanjutnya pada hari Senin (6/5/2018) sekira jam 18.00 wib sampai jam 20.00 wib, petugas mengamankan 1 jerigen warna biru dan 1 Jerigen warna putih berisi Tuak dari warung di Jalan Bintang Medan.

Kemudian pada hari yang sama, sekira jam 22.00 wib dilanjutkan dengan menyeser jalan Gajah Mada Medan dan Simpang Selayang dengan sasaran wanita tuna susila (WTS) yang kerab menjajakan diri dikawasan tersebut. 

Hasilnya, 21 wanita pekerja seks komersial diamankan. Seluruh hasil tangkapan dan sitaan tersebut dibawa ke komando Satuan Sabhara Polrestabes Medan guna dilakukan pendataan dan pemusnahan barang bukti.

"Kegiatan ini merupakan atensi dari Kapoldasu, menjelang bulan suci Ramadhan sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman," kata, Igede Nakti (kabag ops).

Bagi para pekerja seks komersial yang diamankan, sambung petugas, mereka seluruhnya akan dilakukan pendataan dan menghubungi pihak keluarga maupun orangtuanya masing-masing guna membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

"Kalau tertangkap lagi, mereka akan kita serahkan ke panti sosial. Untuk sementara itu kita melakukan panggilan kepada orang tua dan keluarganya dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi," ujarnya. 

Reporter : Romi
Editor : Sapta

No comments

Powered by Blogger.