Eks Anggota DPRD Sumut Tutupi Wajah Pakai Tas Saat Ditahan KPK

JAKARTA | DikoNews7 -

KPK menahan eks anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Muslim Simbolon dan Helmiati. Muslim dan Helmiati ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka penerima suap dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

"MSI (Muslim Simbolon) ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur dan HEL (Helmiati) ditahan di Pondok Bambu," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Saat keluar ruang pemeriksaan KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Muslim mengaku akan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Bahkan ia berjanji akan selalu kooperatif saat diperiksa penyidik KPK.
"Saya menghormati proses hukum yang dilaksanakan KPK. Dan insyaallah saya sebagai warga negara yang baik dan taat saya akan kooperatif dan untuk itu apapun keputusan pengadilan nantinya saya akan ikuti," ucap Muslim di lokasi.

"Saya mohon maaf pada keluarga besar saya, masyarakat Sumut khususnya masyarakat Asahan Tanjung Balai Batubara yang telah mengamanahkan jabatan sebagai anggota DPRD saya dua periode," imbuh Muslim yang mengenakan rompi oranye. 


Helmiati menyusul keluar ruang pemeriksaan penyidik KPK. Saat ditanya awak media, Helmiati malah menutup wajahnya dengan tas warna hitam.

Dia selalu menutup wajah dengan tas yang dibawanya saat menuju mobil tahanan. Helmiati yang mengenakan rompi oranye tak memberi komentar apapun.

Sejauh ini, KPK yang telah menahan lima orang lainnya, yaitu Sonny Firdaus, Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, dan Rinawati Sianturi.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima duit suap dari Gatot Pujo senilai Rp 300-350 juta per orang.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

Dari sejumlah tersangka tersebut, KPK menerima pengembalian uang sejumlah Rp 5,47 miliar. Uang itu kini telah disita sebagai barang bukti. 


Editor    : Sapta
Sumber : Detikcom
Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment