Warga Dua Desa Kembali Protes Penamaan Gerbang Tol Marelan

MANUNGGAL | HD -

Penamaan gerbang Tol Marelan kembali menuai protes. Warga tak puas dengan nama yang diberikan, sebab keberadaan gerbang itu berada di Desa Manunggal, Kec Labuhan Deli, Deli Serdang, bukan berada di Medan Marelan. 

Protes ini sebelumnya juga sudah pernah dilayangkan warga melalui Kepala Desa, Mukhlisin. Tak cuma wrga Desa Manunggal yang protes, warga Desa Helvetia juga ikut mempertanyakan penamaan gerbang tol menuju Kota Binjai itu.

Kepala Desa Manunggal Mukhlisin mengatakan, terkait permasalahan  penamaan Gerbang Tol ini,  warganya terus mendesak agar penamaan Gerbang Tol Marelan yang dibangun oleh pengembang pengembang PT Hutama Karya (Persero) untuk ditinjau ulang.

Karena menurut warga,  tidak etis bila Pembangunan Infrastruktur berskala nasional, tapi menghilangkan nama wilayah dimana pelaksanaan pembangunan itu berada, bila ini tetap dibiarkan, lama kelamaan eksistensi Desa Manunggal akan terancam, dan digantikan dengan Medan Marelan.   

Sebelumnya PT HK telah memberikan penjelasan dengan melayangkan surat ke Kabupaten, yang isinya bahwa nama penamaan Gerbang Tol Marelan bukan berdasarkan nama tempat, tapi berdasar arah tujuan jalan tol tersebut, namun Surat Penjelasan itu tidak pernah dilayangkan ke Pemerintah Desa Manunggal.

“Jadi bagaimana saya menjelaskan kepada warga,  bahwa PT HK telah melayangkan Surat Kalrifikasi terkait penamaan Gerbang Tol Marelan ke Kabupaten, jika tembusan surat klarifikasi tersebut tidak pernah dilayangkan ke Pemerintahan Desa, harusnya kan kepala desa sebagai pemimpin wilayah di tingkat desa juga menerima salinan atau tembusan surat klarifikasi tersebut, jadi jika ditanyakan warga saya bisa menjelaskan," katanya.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Desa Helvetia, Edy Suprayatna terheran-heran dengan kebijakan yang dibuat PT HK dalam pemberian nama Gerbang Tol Marelan, padahal mereka harusnya lebih tahu bahwa pembangunan infrastruktur jalan seperti jalan tol, akan menjadi lanskap sejarah bagi generasi mendatang, jika ini tidak diperjuangkan maka jangan heran, bila dimasa depan Desa Manunggal dianggap merupakan bagian dari  Kota Medan.

“Harusnya pihak Kabupaten tanggap mengenai masalah ini, dan cepat mengatasinya, dengan juga memprotes ke PT HK,  karena wilayah Desa Manunggal yang dulunya bagian dari Desa Helvetia adalah wilayah yang sarat sejarah. Karena perkebunan Helvetia yang wilayahmya membentang hingga Kota Medan pada saat itu, memiliki komoditas andalan yakni adalah Tembakau Deli, yang kualitasnya diakui dunia, dan wilayah Helvetia adalah salah satu wilayah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Deli Serdang," terangnya. (HD)



  

Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment