Bareskrim Selidiki Laporan Ahmad Dhani soal Persekusi Caleg NasDem

JAKARTA | DikoNews7 -

Ahmad Dhani melaporkan caleg NasDem bernama Edi Firmanto (EF) ke Bareskrim terkait tuduhan persekusi. Polri mengatakan laporan itu sedang dipelajari.

"Di dalam negara hukum (rechtsstaat) dan diatur dalam UUD RI Tahun 1945 bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di muka hukum (equality before the law). Oleh karena dalam case tersebut dapat saja terjadi karena hukum akan melihat pertanggungjawaban secara individu atas perbuatan melawan hukumnya, baik terhadap terlapor maupun korban," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Sabtu (20/8/2018).

"Karena itu, nanti penyidik akan melakukan penyelidikan tentang delik, locus, dan tempus dikaitkan dengan barang bukti yang ada," imbuhnya.

Pelaporan Dhani ini merupakan buntut aksi penghadangan deklarasi '2019 ganti presiden' di Surabaya, yang juga menyeret Dhani menjadi tersangka. Dhani mengatakan Edi Firmanto (EF) merupakan caleg dari Partai NasDem.

"Untung kita dapat namanya dan ternyata yang melaporkan saya inisial EF, dia caleg dari Partai NasDem, dan kita tahu Partai NasDem dekat dengan Kejaksaan. Mungkin dalam bayangan dia bisa jadi P21 karena kita tahu NasDem dekat dengan Kejaksaan," kata Dhani di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/10)

Pelaporan Dhani ke Bareskrim itu tertuang dalam Nomor Polisi LP/B/1337/X/2018/BARESKRIM tertanggal 19 Oktober 2018. Dhani menuduh Edi melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto UU Pasal 18 UU No 9/1998 tentang Kebebasan Berpendapat di Muka Umum.

Selain melaporkan dugaan persekusi, Dhani menyebut akan ada pelaporan-pelaporan serupa dari rekan-rekannya yang berada di Jawa Timur.

"Nanti berikutnya di Surabaya akan ada laporan dari korban-korban persekusi. Kalau saya kan belum terjadi kekerasan. Apa yang terjadi pada saya belum terjadi kekerasan. Seandainya saya nekat seperti teman-teman di Surabaya, pasti terjadi. Kita akan kumpulkan mereka-mereka yang di Surabaya. Pasti terjadi, yang dipukuli, diusir, yang kausnya dipaksa dilepas, itu kita semua punya video," ujarnya. 
 
 
Editor   : Sapta
Sumber : Detikcom
Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment