Penipu Dengan Modus Wisata Religi Dituntut 3 Tahun Penjara

MEDAN | DikoNews7 -

Penipu dengan modus wisata Religi ke Jerusalem terdakwa Gidion Peranginangin dituntut selama 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Yanti Panjaitan saat dipersidangan yang digelar diruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan Selasa (16/10/2018).

"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa Gideon Peranginangin dengan pidana selama 3 tahun penjara," sebut Sri Yanti Panjaitan.

Dalam tuntutan JPU, pria yang berusia 44 tahun tersebut dianggap melanggar pasal 378 KUHAPidana tentang penipuan.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, terdakwa Gidion langsung menghampiri penasihat hukumnya yang duduk disebelah kanannya dan meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai Richard Silalahi, untuk mengajukan nota pembelaan dipersidangan berikutnya.

"Mohon diberikan waktu satu Minggu untuk buat pembelaan pak Hakim," sebut Gidion yang mengenakan kaos merah tahanan Kejari Medan.

Diketahui Gidion Peranginangin, warga asal Jalan Vanili, Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan ini didakwa melakukan tindak pidana penipuan Wisata religi pada 31 Agustus 2014 silam

Gidion bersama rekannya Roni Tampubolon dan Gidion Simanjuntak menawarkan paket perjalanan religi ke Jerusalem kepada Wilmar, M.Min dan Risdo Ompusunggu dengan biaya Rp 10 juta rupiah. Adapun agar meyakinkan ketiga konsumen tersebut, ia menyertakan brosur perjalanan, izin usahanya dan surat perjanjian pemberangkatan

Hingga April 2013 yang merupakan waktu perjanjian keberangkatan terakhir, ketiga pelanggan Gidion pun belum juga diterbangkan ke Jerusalem. Gidion pun meminta Wilmar. M. Min dan Risdo untuk menunggu hingga Agustus 2014.

Ketidaksabaran ketiga pelanggan memuncak setelah mengetahui Gidion menggunakan uang tersebut untuk membeli saham di salah satu perusahaan. Gidion pun dilaporkan ke Polrestabes Medan terkait penipuan Wisata religi ke Jerusalem. 
 
 
Reporter : Nizar
Editor     : Sapta

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.