Walikota Dituding Tak Serius Dalam Menata Reklame

MEDAN | DikoNews7-
 
Walikota Medan, Dzulmi Eldin dinilai tidak serius melakukan penataan terhadap kota Medan, khususnya dalam bidang penataan reklame. 
 
Terbukti, akibat ketidakhadiran Walikota Medan, Dzulmi Eldin maupun perwakilannya, paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap nota pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Penyelenggaraan Reklame, terpaksa ditunda, kemarin.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan, Hasyim, menyesalkan ketidakhadiran pihak eksekutif dalam paripurna tersebut. Padahal, perda yang akan dibahas DPRD Medan tersebut merupakan usulan dari pihak Pemko Medan.

"Tertundanya paripurna itu bentuk ketidakseriusan Walikota Medan.  Kalau Walikota serius, beliau pasti akan mengarahkan Wakil Walikota Medan, atau setidaknya Sekda Kota Medan. Sehingga paripurna itu tidak perlu ditunda. Apalagi perda ini usulan mereka, harus beri atensi lebih dong," ungkap Hasyim melalui telepon selulernya, Jumat (12/10).

Diakui anggota Komisi C DPRD Medan itu, paripurna di DPRD Medan telah terjadwal dan diinformasikan kepada pihak eksekutif jauh-jauh hari. Kehadiran eksekutif di setiap paripurna sangat dibutuhkan untuk pembangunan kota Medan yang lebih baik.

"Kalau sudah dijadwalkan, harus dijalankan. Pembangunan kota Medan tidak bisa hanya dilakukan oleh DPRD Medan sendiri atau sebaliknya. Lembaga eksekutif dan legislatif harus bersinergi dengan baik untuk membangun kota kita ini. Kita harus berbarengan untuk kepentingan bersama," papar Hasyim.

Hasyim meminta Walikota Medan dapat mengikuti jadwal-jadwal yang telah ditetapkan DPRD Medan. Setidaknya dapat mengutus utusan yang kompeten bila tidak dapat menghadirnya langsung.

"Jadwal di Pemko Medan itu harus ada perencanaan. Jangan mendadak semua. Kan lucu juga semua tidak bisa ikut paripurna di DPRD Medan. Kedepan, mereka harus menyesuaikan jadwalnya untuk kepentingan warga kota Medan," tekannya.

Sementara penasehat Fraksi PPP DPRD Medan, Abdul Rani menyesalkan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution yang tidak dapat mewakili Walikota Medan untuk mengikuti paripurna tersebut. Padahal, Akhyar berada di Medan.

"Seharusnya paripurna itu tidak sampai batal. Kan masih ada Wakil Walikota di Medan. Dia bisa kok hadir pada paripurna itu, kecuali tadi paripurna yang beragendakan pendapat fraksi. Kita sangat menyesalkan ketidakhadiran eksekutif, dalam hal ini Pak Wakil. Jangan dia sibuk kesana kemari, tapi tidak mau ikut paripurna," cetus Rani seraya meminta kedepan agar serius dalam melakukan penataan reklame.

Diketahui, Ketua DPRD Medan, Henry J Hutagalung terpaksa menunda rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap nota pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Penyelenggaraan Reklame, setelah sebelumnya sempat dibuka, Rabu (10/10). Penundaan itu karena Walikota, Wakil Walikota Medan, maupun Sekda Kota Medan tidak menghadiri paripurna tersebut. (Paunk)
Share on Google Plus
    DikoNews7 Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment