PT Sukses Tiga Serangkai Terseret Dugaan Penyimpangan LPG, Polisi Buka Suara
DikoNews7 -
MD selaku pemilik PT Sukses Tiga Serangkai mengaku tidak memberikan pelayanan pengantaran dari agen, melainkan pangkalan menjemput sendiri pasokan ke gudang.
Hal ini merupakan penyimpangan rantai distribusi dan sebuah pola yang diduga menyimpang dari ketentuan resmi.
Temuan ini mencuat pasca ditemukannya mobil angkutan Pick Up tidak Resmi memuat Gas Elpiji Subsidi 3 Kg dengan nomor Polisi BK 9646 YF tepat didepan Gudang PT Sukses Tiga Serangkai Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
MD menyebut, Pendistribusian ini berawal dari kesepakatan bersama, namun penyimpangan Distribusi ini dinilai merugikan masyarakat yang seyogianya Agen setelah menerima dari SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), Pertamina mendistribusikan Gas Elpiji Subsidi 3 Kg tersebut ke pangkalan sesuai dengan Rantai Distribusi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) 18 Ribu rupiah sesuai dengan Peraturan Bupati Labuhanbatu Utara.
"Itu mobil milik pengangkutan pangkalan mitra bg. Untuk mobil tersebut memang tidak terdaftar bg. Tapi mobil tersebut di ketahui oleh pihak Pertamina. Tidak ada bentuk izin resmi dari Pertamina. Tapi pihak Pertamina mengetahui masalah pengangkutan ini dengan alasan tertentu", ucap MD selaku pemilik PT. Sukses Tiga Serangkai.
Dalam ketentuan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 secara tegas menempatkan agen sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran penyaluran seharusnya menjadi tanggung jawab agen mulai dari biaya bahan bakar, tenaga angkut, hingga risiko di lapangan.
Dalam skema resmi yang dikelola PT Pertamina (Persero), distribusi LPG 3 kg dilakukan secara berjenjang dan terkontrol.
Agen memegang peran vital untuk memastikan pasokan sampai ke pangkalan tanpa hambatan.
Menanggapi penyimpangan distribusi ini, Awak media mencoba memberikan Informasi kepada Kepolisian Resort Labuhan Batu melalui Kasatreskrim Polres Labuhan Batu AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K.
Informasi yang diberikan berbuah hasil dan mendapatkan tanggapan.
"iya kami lakukan penyelidikan ya. saling koordinasi info dilapangan kita. karena kami pastinya terbatas informasi dengan jumlah personel yang sedikit, wilayah luas, dan pekerjaan yang banyak", ucapnya.
Jika praktik ini berlangsung sistematis, dampaknya tidak bisa dianggap sepele.
Selain berpotensi melanggar aturan, kondisi tersebut membuka ruang terjadinya permainan distribusi mulai dari pengurangan pasokan, ketidakteraturan penyaluran, hingga potensi lonjakan harga di tingkat masyarakat.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak terkait, termasuk pengawasan dari PT Pertamina (Persero) dan aparat penegak hukum, untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan sesuai aturan dan tidak dijadikan celah keuntungan sepihak.
Jika dibiarkan, praktik semacam ini bukan hanya melanggar sistem, tetapi juga berpotensi menggerus hak masyarakat kecil yang seharusnya dilindungi negara.
Reporter : Ginda / Sulaiman.
Editor : Diko.
