Direktur LBH Medan Siap Dampingi Korban Penganiayaan Terkait Liputan Judi Tembak Ikan



MEDAN | DikoNews7 - Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pemilik arena judi tembak ikan di Komplek Brayan Trade Center terhadap jurnalis senior Posmetro Medan Budi Hariandi beberapa waktu yang lalu mendapat tanggapan dari Direktur LBH Medan Ismail Lubis

Menurut Ismail, tugas jurnalis dalam melakukan peliputan dilindungi oleh Undang-Undang pers Nomor 40 Tahun 1999. Untuk itu, seharusnya semua pihak baik masyarakat ataupun aparatur pemerintahan menghormati kerja-kerja jurnalis.

Namun, jika ada yang sengaja menghalangi dan merasa alergi terhadap kerja-kerja jurnalis, yang menghalangi itu patut dicurigai. Tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan itu justru menyimpan sesuatu yang melanggar hukum dan sebagainya. Apalagi tempat usaha yang mau diliput itu ada praktek perjudiannya.

“Terkait penganiayaan-nya itu, kita mendesak pihak aparat kepolisian untuk benar-benar serius menangani kasus tersebut. Karena jangan sampai peristiwa ini menjadi ancaman bagi jurnalis lain yang mencoba untuk mendapatkan pemberitaan-pemberitaan demikian,” kata Ismail ketika diwawancarai wartawan melalui sambungan telepon, Senin (1/4/19) sore.

Lebih lanjut Ismail menegaskan, dari kasus ini pihaknya juga menguji penegak hukum apakah mampu menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis ini. Jangan seolah-olah tidak ada tindak lanjut dari laporan korban atau laporannya jalan di tempat.

“Jika hal itu terjadi, inilah yang semakin menambah rasa kekecewaan kita terhadap bagaimana komitmen kita semua terhadap kebebasan pers ini,” ungkapnya.

Kasus ini akan menjadi tugas berat bagi pihak kepolisian, namun, dia yakin mereka (kepolisian) pasti sanggup. Jika Polsek tidak sanggup, Polda bisa mengambil alih kasus kekerasan ini.

“Kita minta semua pelaku penganiayaan harus diproses. Dan kalau memang usaha itu ada praktek judinya, ya harus ditutup semua itu,” tegas Ismail.

“Sekali lagi kita tegaskan, LBH Medan mengutuk keras tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap jurnalis. Dan kita juga mendesak pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap seluruh pelakunya,” tegasnya lagi.

Terkait adanya pelaku yang diduga merupakan oknum aparat, Ismail kembali menjelaskan itu tugas kepolisian yang mengembangkannya. Jika memang terbukti oknum itu misalkan dari aparat TNI, polisi bisa mengalihkannya ke POM.

“Pokoknya ada kemauan kepolisian dulu untuk mengungkap kasus ini. Kalau juga tidak ada perkembangan terhadap kasus ini, pihak LBH Medan siap mendampingi korban,” terang Ismail. (Red)
Selengkapnya

Kapolres Belawan dan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I Belawan Patroli Bersama



BELAWAN | DikoNews7 - Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis dan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I Belawan, Letkol Marinir James Munthe memimpin patroli berskala besar dengan menggunakan sepeda motor, Selasa (02/04/19).

Patroli dalam rangka memantau situasi Kamtibmas dalam skala besar sebagai bentuk persiapan menghadapi Pemilu 17 April 2019 yang diikuti seluruh pejabat utama Polres Pelabuhan Belawan serta Kapolsek dan Kanit sejajaran Polres, Danramil Hamparan Perak, Medan Labuhan, Medan Deli dan Belawan serta Yonmarharlan  Belawan.


Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis kepada awak media, mengatakan,  kegiatan menjelang pemilu itu sebagai bentuk sinergitas patroli bersama, mengingat tugas pengamanan pemilu adalah tanggung jawab Polri dan TNI.

"Kita tunjukan kepada masyarakat bahwa masyarakat tidak merasa takut menghadapi pemilu dan tidak was-was da diharapkan kepada masyarakat untuk tidak Golput," kata Ikhwan Lubis.

Lewat patroli berskala besar ini, Polri dan TNI kompak  dan bersatu menjaga situasi Kamtibmas, semoga situasi yang diharapkan aman, lancar dan kondusif.

Sedangkan wilayah patroli yang dilintasi, mulai dari Polres Pelabuhan Belawan, Marelan, kemudian ke Helvetia dan lanjut ke Polresta Medan dan kembali ke Belawan yang dimulai sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis bersama Danyonmarhanlan Belawan salam komando sesampai di halaman Polres Pelabuhan Belawan. (boim)



Selengkapnya

Kapolri dan Panglima TNI Menghadiri Ngaji Bersama di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo





JAKARTA | DikoNews7 - Kapolri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. bersama dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri acara Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. selasa (2/4/19).

Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH. Moh. Juhri Zaini memberikan sambutan pembuka pada acara yang diselenggarakan di Aula Ponpes Nurul Jadid. Beliau menyampaikan terima kasih dan mengungkapkan kebahagiannya atas kesediaan Panglima TNI dan Kapolri yang hadir di tengah-tengah para santri.
“Kegiatan Ngaji Kebangsaan ini bertujuan untuk semakin mempererat persatuan dan kesatuan para kader bangsa dalam membangun Indonesia yang berkeadaban”, tutur KH. Moh. Juhri Zaini. 

Beliau menjelaskan bahwa jumlah santri di Ponpes Nurul Jadid mencapai 15.000 orang.
“Santri di pondok pesantren ini mencapai sekitar 15.000 orang, para santri ini merupakan kader-kader bangsa”.
Di akhir sambutannya, KH. Moh. Juhri Zaini memohon pengarahan dan bimbingan dari Panglima TNI dan Kapolri untuk kemajuan Ponpes dan para santri di masa mendatang.

Pada kesempatan yang penuh kebersamaan tersebut, Panglima TNI memberikan orasi kebangsaan yang menggarisbawahi makna penting persatuan dan kesatuan bangsa.
Panglima TNI memaparkan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang persatuan rakyatnya kuat.
“Akuntan dunia, Price Waterhouse Coopers, memprediksi Indonesia pada tahun 2050 akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbaik ke-4 di dunia. Syaratnya sumber daya alam, sumber daya manusia, dan stabilitas keamanan yang baik”.

Panglima menguraikan bahwa tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjaga stabilitas keamanan.
“Terdapat 4 kemampuan diri yang harus terus ditingkatkan oleh para santri, yaitu kemampuan intelektual, emosional, fisik, dan spiritual. Maka tuntutlah ilmu setinggi-tingginya”, ujar Panglima.

Dalam kaitannya dengan stabilitas keamanan, di akhir orasinya kebangsaannya, Panglima TNI mengajak seluruh pengurus dan santri yang hadir untuk berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoax, serta menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan.
“Jangan biarkan hoax memecah bangsa kita. Mari bersama-sama merawat persatuan dan kesatuan bangsa demi kejayaan NKRI”, pungkas Panglima.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Kempek Cirebon KH. Mustofa Aqil Siradj, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Cak Sunanto,  Kadivhumas Polri Irjen Pol M. Iqbal, S.I.K., M.H., serta Dankorbrimob Polri Irjen Pol Drs. Ilham Salahudin, S.H., M.Hum. (jolly)
Selengkapnya

Sedang Muat Barang, Truk Supir Dilempar Batu





BELAWAN | DikoNews7 - Saat hendak memuat barang dari kapal ke dalam truk di dermaga IKD Pelabuhan Gabion Belawan, seorang supir truk Ardi Jontra P. Nababan (35) menjadi korban pemalakkan Lawa-lawa bahkan kepala warga asal Sunggal tersebut bocor terkena lemparan batu oleh kawanan Lawa-lawa. Rabu (2/4/19).

Informasi yang dihimpun www.dikonews7.com menjelaskan, Ardi (korban) dilempar kawanan Lawa-lawa karena dilarang mengambil barang yang ada di muatan kontainer tersebut pada senin malam sekira pukul 20.30 wib di  lokasi Industri Kimia Kasar (IKD) Belawan. Ucap korban

Sambungnya, korban sempat adu fisik antara supir dan seorang lawa lawa yang langsung lari memanggil teman temanya. tak lama kemudian sekira 15  menit berlalu para teman lawa lawa pun datang dan mengeroyok korban.

"Saat itu truk kami lagi muat barang di dermaga IKD tapi ada lawa-lawa yang mau ambil barang lalu ia tak terima saatku larang lalu mereka menyerangku dengan batu hingga kepalaku bocor kena lemparan," cetus korban saat di lokasi muat kontainer. 


Masih korban, ada sekitar 6 orang yang saya tidak tau asalnya tiba tiba menyerang dan memukuli saya pakai batu. saya tak bisa berbuat banyak karena mereka ramai. ucap Ardi sambil merasa kesakitan pada bagian kepalanya.

Korban berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku pelemparan yang membuat kepalanya bocor tersebut apalagi sepengetahuannya ada 6 pelaku yang melakukan pelemparan. Harap korban. (boim)
Selengkapnya

Ismail Nasution, Ketua Panitia Melakukan Persiapan Bahayangkara Dan IPK Nge-GASS 2019

LABUSEL | DikoNews7 -

Dalam waktu dekat kegiatan Motor Ttrail offroad trabas Bhayangkara Polres Labuhanbatu dan organisasi Ikatan Pemuda Karya Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Bhayangkara & IPK Nge-GASS) akan dilaksanakan di kawasan wilayah kotapinang pekan depan, pada hari minggu 07 April 2019.

Ismail Nasution selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Bhayangkara Dan IPK Nge-GASS kepada awak media mengatakan, “Saat ini panitia sedang melakukan persiapan baik secara administrasi maupun pengondisian dilapangan seperti melakukan persiapan rute rute yang akan nantinya dilalui oleh para peserta, “Kata Ismail saat bertemu di pencucian mobil (DoorSmerr) Lingkungan Bedagai Kotapinang, pada senin siang (01/04/2019).

Dalam kegiatan Nge-GASS kali ini Panitia telah menyiapkan 5 unit sepeda motor baru yang nantinya akan dapat dibawa pulang oleh para peserta, menurut Ismail, diperkirakan ratusan para pserta akan pengendara trail dari lokal dan beberapa daerah di sekitar Kabupaten Labusel dan beberapa kabupaten lainnya akan hadir, dan bagi para peserta yang akan mengikuti kegiatan ini dikenakan biaya adminstrasi pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Saat dikonfirmasi tentang persiapan dan rute jalur, Ismail menjawab “sampai saat ini Persiapan kegiatan ini telah 70 persen bahkan para peserta raider yang telah mendaftarpun hampir mencapai ratusan baik para raider dari kabupaten Labusel maupun dari luar daerah kabupaten Labusel, Sementara untuk rute jalur masih dalam penyisiran oleh team raide yang telah dibentuk paniti dan akan bekerja professional.”Ujar Ismail ketua panitia yang dilansir dari www.suaradesa.com (AZR)
Selengkapnya

Satreskrim Polrestabes Medan Gagalkan Perdagangan Senpi

MEDAN | DikoNews7 -

Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Medan menggagalkan Perdagangan Senjata Api (Senpi).

Dari kasus ini, Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan dua tersangka masing-masing Sudarto (63) warga Jalan Sakti Lubis Gang Buntu Nomor 25 Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota dan Muhammad Hasan (48) warga Jalan Marendal I Pasar IV Gang Karya Nomor 10 Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.Nama terakhir merupakan pemilik senpi jenis revolver yang akan dijualkan oleh tersangka Sudarto.

Informasi dihimpun di Mapolrestabes Medan, Senin, (1/4/2019) menyebutkan, penangkapan terhadap kedua tersangka dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda Prawira SIK MH dan Kanit Pidum, Iptu Said Hussein beserta Panit Pidum Ipda Toto. "Jadi, awalnya kita memeperoleh informasi tentang adanya penjualan senpi di Jalan Patimura Medan pada hari Jumat 29 Maret 2019 pekan lalu," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi.  
 
Lebih lanjut dijelaskan Kombes Pol Dadang, menindaklanjuti informasi tersebut, personil Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dipimpin langsung Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Panit berhasil mengamankan Suharto. 
 
"Ketika diinterogasi, Sudarto mengaku bahwa senpi tersebut merupakan milik temannya bernama Muhammad Hasan," jelas peraih Naskah Terbaik ada Pendidikan Regional (Dikreg) ke-26 Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Tahun 2017 ini.
 
Diungkapkan Dadang, bermodalkan 'nyanyian' Sudarto, Tim Pegasus langsung bergerak dan berhasil mengamankan Muhammad Hasan dari Singapore Station, Jalan Brigjen Katamso Medan. 
 
"Selain menyita supucuk senjata api, dari keduanya petugas mengamankan tiga unit handphone," ungkap Alumnus Akpol Tahun 1994 ini.Usai diamankan, kata Dadang, tersangka berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolrestabes Medan untuk diproses. 
 
"Imbas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun," pungkas orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini.
 
 
Sumber : GoSumut
Selengkapnya

Siswa SMA Negeri 4 Terpaksa Mengikuti Ujian Susulan Pada 15 April Mendatang Karena Virus

MEDAN | DikoNews7 -

Sekitar 200an siswa dan siswi kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Medan harus mengikuti ujian susulan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tanggal 15 April mendatang.

Para siswa tersebut harus mengikuti ujian susulan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia karena di hari pertama pelaksanaan, Senin (1/4/2019) terkendala akibat server atau virus.

“Awalnya kita berharap siswa di gelombang pertama tersebut bisa mengulang ujian karena kita sudah minta perpanjangan waktu, tetapi ternyata tidak sempat sehingga mau tidak mau harus mengikuti ujian susulan,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Medan Ramly.

Ia menuturkan, awalnya virus tersebut menyerang satu ruangan di gelombang pertama kemudian dengan cepat menyerang lima kelas lainnya yang saat itu sedang melaksanakan ujian sehingga harus tertunda.
 
 
Sumber : Tri
Selengkapnya

Foto Setengah Bugil Ali Ngabalin Ramai di Medsos, Ia pun Angkat Suara

JAKARTA | DikoNews7 -

Foto diduga Ali Mochtar Ngabalin yang tampak setengah bugil beredar di media sosial. Ali Mochtar Ngabalin angkat suara soal foto tersebut.

Dalam foto itu, tampak seorang pria berkacamata dengan tatapan mengarah ke kamera. Dada si pria itu tak ditutupi atasan, pun begitu dengan bagian pinggang ke bawah. Meski demikian, foto itu tak menampilkan keseluruhan tubuh si pria.

Pose setengah bugil itu ramai di media sosial dengan narasi mempertanyakan kemiripan pria di dalam gambar dengan Ngabalin. Begini penjelasan Ngabalin.

"Abang sedang mengumpulkan foto-foto, beberapa foto yang mencari foto aslinya kemudian untuk bisa mencocokkan," kata Ngabalin saat dikonfirmasi, Senin (1/4/2019).

Ngabalin lantas bercerita soal kebiasaan habis menyelam dalam suatu ruang ganti khusus lelaki. Menurutnya, ada yang memang mandi menggunakan celana, ada pula yang tanpa sehelai benang pun.

"Karena kalau kita habis nyelam itu memang di ruangan laki-laki semua itu ada yang kadang mandi telanjang ada yang dengan celana kolor saja," ucap Ngabalin.

Dia sendiri tidak ingat kapan persisnya pose seperti dalam foto itu diambil. Lebih jauh, Ngabalin mengungkapkan upaya-upaya pemviralan dirinya dengan narasi-narasi yang menyudutkan.

Terlepas dari itu, dia mengakui bahwa pria di foto tersebut memang dirinya. Menyadari posisinya saat ini, Ngabalin memandang dia memang harus melakukan klarifikasi.

"Tapi ini, ini perlu dikasih tahu karena memang ini kan 5-6 hari ini kan video viral abang dengan para pendeta itu kan sangat viral banget ya, tersebar di mana-mana ditambah lagi dengan kemarin itu berita bohong tentang pengusiran Abang dari UIN Medan. Karena itu memang ini kita lagi mengumpul bahan, data yang tepat," sebut Ngabalin.

"Pertimbangannya yang pertama sebagai orang di pemerintah kita mau jalannya pemilu ini harus tenang karena waktunya sangat singkat. Tidak bisa kita menggunakan langkah-langkah yang ekstrem dalam meraih suara dan lain-lain, itu tidak terjadi pada abang karena kalau ini kan terkait dengan pribadi Bang Ali, pribadi Bang Ali," imbuh Staf Ahli Kedeputian IV KSP itu.

"Makanya kalau dia orang bikin di Twitter tentang 'Mirip nggak Ngabalin?'. Bukan mirip, itu Ngabalin. Cuma memang posisi foto itu yang saya pikir nanti hanya bisa forensik yang bisa nanti teliti dan itu tidak apa-apa. Saya harus siap untuk bisa melakukan klarifikasi terhadap temuan informasi ini karena ini kan terkait informasi publik yang harus juga didapat," tambah dia lagi.
 
Saat ditanya kapan foto tersebut diambil dan dalam momen apa, Ngabalin mengaku sedang mengumpulka data-data. Yang pasti, dia mengatakan foto itu tak diambil dalam waktu 1-2 hari ke belakang.

Lebih jauh Ngabalin menegaskan dirinya berprasangka baik atas penyebaran foto tersebut. Dia hanya tidak mau publik berasumsi macam-macam terkait pribadinya.

"Bagi Bang Ali sendiri saya berprasangka baik kepada siapa saja baik kepada teman-teman yang menyebarkan atau kepada kawan-kawan di mana saja saya mesti berprasangka baik tetapi saya berhak melakukan klarifikasi itu. Itu sebabnya saya juga harus kasih tahu supaya publik tidak merasa bahwa, jangan mereka memberi penilaian macam-macam terkait diri Bang Ali," sebut Ngabalin.

"Saya mengerti tentang apa yang harus saya lakukan dan dalam usia seperti ini, dalam usia 52 tahun ini insyaallah, dengan izin Allah, kekurangan keterbatasan ada, tapi untuk dijebak saya kira insyaAllah usiaku sudah tidak masuk dalam orang yang bisa dijebak," ucap dia.
 
 
Sumber : Dtc
Selengkapnya

Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars Tinjau Pelaksanaan UN SMA-MA

LUBUK PAKAM | DikoNews7 -

Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars meninjau hari pertama UN (Ujian Nasonal ) di SMA Negeri I Lubuk Pakam dan MAN ( Madrasah Aliyah Negeri) Lubuk Pakam , didampingi Dandim 0204 /DS Letkol Kav Syamsul Arifin , Kajari Deli Serdang Harli Siregar SH M.Hum dan unsur FKPD lainnya, Kepala Inspektorat H Agus Mulyono SH, Kadis Pendidikan H Timur Tumanggor MAP, Kadis Infokom Drs Haris Binar Ginting, Kadis Sosial Drs.Hendra Wijaya dan OPD terkait,Kakan Kemenag Deli Serdang H Tholibun Pohan,Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Ichsanul Arifin Siregar dan Camat Lubuk Pakam Kurnia Boloni Sinaga beserta Muspika , Senin (1/4).

Peninjauan UN diawali di SMAN I Lubuk Pakam disambut Kepala Sekolah Drs Ramli Siregar MSi, dimana di SMAN I Lubuk Pakam dilaksanakan UN BK ( ujian Nasional Berbasis Komputer ) diikuti 298 Siswa , sedangkan di MAN 2 Deli Serdang di Lubuk Pakam diikuti oleh 270 Siswa dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari 3 (tiga ) gelombang sesi.

Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars disela-sela peninjauan UN tersebut mengatakan , meskipun pengelolaan pendidikan untuk tingkat SMA-MA (Madrasah Aliyah ) sudah ditangani Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tetapi Pemkab Deli Serdang tetap memperhatikan perkembangan pendidikannya termasuk pelaksanaan Ujian Nasional,karena siswa dan siswinya merupakan anak – anak dari Kabupaten Deli Serdang. Mudah-mudahan tingkat kelulusan UN TP 2018/2019 SMA/MA di Deli Serdang tinggi, sesuai yang diharapkan Pemkab Deli Serdang,”Ujar Wakil Bupati yang dilansir dari www.suaradesa.com.

Sementara Kadis Pendidikan H. Timur Tumanggor di dampingi Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Ichsanul Arifin Siregar menjelaskan bahwa Sekolah yang melaksanakan UN saat ini adalah SMA,MA,SMTK ( Sekolah Menengah Teologi Kristen ) dan Utama Widya Pasraman Negeri dan Swasta terdiri dari 2 (Dua) Wilayah Cabang Dinas Pendidikan perwakilan Provinsi Sumut yang ada di Deli Serdang yaitu Cabang Dinas Lubuk Pakam dan Sunggal. 
Untuk peserta Ujian Nasional TP 2018/2019, Cabang Dinas Lubuk Pakam peserta terdiri dari 90 sekolah Negeri dan Swasta dengan jumlah 6.863 siswa dan Cabang Dinas Sunggal peserta terdiri dari 84 sekolah Negeri dan Swasta dengan jumlah 6.438 siswa. 
Sedangkan mata pelajaran pada hari Selasa tanggal 2 April Matematika, hari Kamis tanggal 4 Bahasa Inggris dan hari Senin tanggal 8 pelajaran Satu mata pelajaran Pilihan sesuai Jurusan.
(Tim)
Selengkapnya