Ribuan Gebrak Sumut Gelar Aksi Unjukrasa Tolak Kenaikan BBM & Hentikan MBG
DikoNews7 -
Gerakan Buruh Bergerak (Gebrak) Provinsi Sumatera Utara kembali gelar aksi unjukrasa. Kali ini 7 serikat pekerja yang bergabung di Gebrak suarakan soal kenaikan BBM dan tuntut hentikan MBG. Rabu (24/06/2026) pukul 11.00 Wib.
Selain tuntut hentikan MBG dan batalkan kenaikan BBM yang dinilai berdampak buruk terhadap masyarakat buruh, Gebrak juga tuntut penghapusan pajak dan pencabutan UU Cipta Kerja.
Ribuan buruh/pekerja yang bergabung dalam Gebrak berangkat dari simpang KIM. Pengunjukrasa menyampaikan aspirasinya di depan kantor PLN Wilayah Sumbagut.
Selanjutnya aspirasi juga disampaikan di depan kantor PT Pertamina Patraniaga Medan. Kemudian lanjut ke DPRD Sumut dan ke kantor Gubernur Sumatera Utara.
Satu dari empat koordinator aksi, Abd. Rahman dari FSP KEP SPSI Medan singgung soal MBG dan BBM.
"Belum lama ini kita teriak soal penghapusan pajak yang sangat membebankan buruh, namun pemerintah jawab dengan kenaikan BBM yang juga berdampak pada buruh", kata Rahman.
"Yang menambah sakit hati rakyat Indonesia khususnya buruh di Sumatra Utara, Pemerintah menjalankan MBG yang menjadi sarang koruptor. Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan berhentikan program MBG", teriak Rahman di depan gedung DPRD Sumut.
Hal senada juga disuarakan Ahmad Rifa'i, dan OK Nasrun Effendi. Ke dua ketua Serikat pekerja itu mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk meneruskan aspirasi masyarakat buruh Sumatera Utara.
Aksi unjukrasa buruh di bawah naungan Gebrak berjalan tertib dn damai. Masa aksi bubarkan diri setelah perwakilan Gubernur Sumatera Utara menerima aspirasi buruh. (Nur)
