Alkes Diperkirakan Milyaran Rupiah Menumpuk di UTD, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Sulit di Temui
DikoNews7 -
Pengadaan alat kesehatan (alkes) diduga bernilai milyaran rupiah untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, menuai sorotan tajam.
Pantauan media, Selasa (06/10/2026), di perkirakan puluhan ranjang pasien masih menumpuk di dalam ruangan Unit Transfusi Darah (UTD) dalam kondisi terbungkus dan belum terpasang.
Selain ranjang pasien, kondisi fisik kursi tunggu bersumber dari APBD Tahun 2026 juga rusak dan area sekitaran RSUD terlihat kumuh dan di tumbuhi rumput liar serta dinding gedung lembab dan berlumut.
Tokoh pemuda Batu Bara, Ila mempertanyakan besaran anggaran pengadaan ranjang pasien yang dikucurkan.
Dari total anggaran diperkirakan milyaran rupiah, nilai barang yang tampak di ruangan UTD, tuturnya.
Kalau anggarannya bernilai milyaran rupiah di belanjakan, siapa pemilik pengadaan tersebut. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi, ucap Ila.
Ia minta aparat penegak hukum (APH), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengadaan alkes di RSUD H. OK Arya Zulkarnain.
Pemeriksaan dinilai perlu mencakup perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dokumen kontrak, spesifikasi, jumlah barang, harga satuan, hingga mekanisme pembayaran.
Alkes berupa ranjang pasien bukan untuk menjadi pajangan di ruangan UTD. Begitu juga kursi tunggu adalah bagian penting. Kalau aset seperti kursi tunggu yang baru dibiarkan rusak, tentu pihak publik mempertanyakan pengelolaannya, tegas Ila.
Sementara itu, Sekretaris Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Devy saat ditanya keberadaan Plt. Direktur melalui Whats App 0857 6202 xxxx sekira pukul 02.57 Wib, Rabu (07/10/2026) mengatakan, pak Direktur lagi di panggil ke Kantor Bupati.
Hingga berita ini terbit, Plt. Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain dr.Yufli belum memberikan tanggapan resmi.
Reporter : Erwin.
Editor : Diko.
