Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Menyambut Positif Langkah PTPN 2 : Pilot Project Kota Deli Megapolitan Hampir Rampung


DikoNews7 -

Pembangunan 230 pintu rumah modern di areal HGU PTPN 2 kebun Helvetia, Deli Serdang yang merupakan pilot project (proyek percontohan) kerjasama dengan Ciputra Development, saat ini hampir rampung di kerjakan. 

Ratusan pintu rumah modern yang seluruhnya sudah terjual memasuki proses finishing. Sementara bangunan rumah toko (ruko) yang ada di bagian depan areal seluas 7,3 hektar di Jalan Kapten Sumarsono (Helvetia by Pass) itu juga sudah memasuki fase pembangunan lantai kedua.

Dalam kesempatan melakukan peninjauan ke areal perkebunan tebu Sei Semayang dan Bulu Cina, beberapa hari lalu, Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani, menyempatkan diri meninjau dari dekat lokasi proyek KDM di Helvetia tersebut.

Meski hanya beberapa saat, Abdul Ghani sempat berdialog dengan unsur pimpinan proyek yang mengawal jalannya pembangunan areal permukiman modern di perbatasan Deli Serdang dan kota Medan yang sangat strategis itu. Di lokasi, Dirut Holding PTPN III (Persero) mendapat laporan progres pembangunan yang sedang berjalan.

Proyek kerja sama PTPN 2 dan Ciputra, yang mulai di canangkan Maret 2021 lalu, merupakan proyek kerjasama jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi PTPN 2, sekaligus akan membawa perubahan signifikan bagi wilayah Kabupaten Deli Serdang, khususnya yang berada di kawasan pesisir pantaiTimur Sumatera Utara. 

Sebab di samping HGU Helvetia, Ciputra juga akan menggarap sektor Perumahan di HGU Bangun Sari Tanjung Morawa, serta Kawasan Industri dan Pergudangan di HGU Sampali dan Saentis, sekitarnya yang meliputi areal seluas 8000 hektarlebih.

Sementara PT Nusa Dua Propertindo (NDP), anak perusahaan PTPN 2 yang di beri wewenang untuk melakukan pembebasan areal-areal HGU dalam proyek kerjasama jangka panjang itu, terus melakukan pembebasan areal yang masuk dalam peta kerjasama PTPN 2 Ciputra. 

Setelah pembebasan 35 hektar areal HGU 152 Sampali, saat ini PT NDP sedang melakukan pendataan dan verifikasi untuk membebaskan 100 hektar tahap kedua di areal kebun Sampali.

“Kita masihmelakukanpendataanuntukmemastikanwarga yang masihberada di areal HGU Sampali yang akandibebaskantahapkeduananti. Dari sanabarukitalanjutkandenganmelakukansosialisasidanpemberiantaliasihkepadamerekaseperti yang sebelumnyakitalakukan di HGU-HGU sebelumnya,” jelasDirektur PT NDP ImanSubekti.

Iman Subekti mengakui, pekerjaaan pembebasan lahan-lahan HGU yang selama ini di kuasai pihak lain, memang bukan pekerjaan yang mudah. Sebab kita harus melakukan pendekatan dengan berbagai cara yang persuasif, agar warga bisa mengerti dan menerima tindakan yang kita lakukan.   

 “Secara hukum mereka memang tidak memiliki hak atas lahan yang ditempati. Tetapi kita juga tidak ingin merugikan mereka, sehingga kita adakan dialog untuk mencari penyeklesaian terbaik, dan memberikan mereka konpensasi dalam bentuk tali asih yang nilainya kita sesuaikan dengan apa yang mereka miliki di atas lahan HGU tersebut,” tambah Iman Subekti.

Selama ini, meski ada satu dua warga yang bersikeras, karena merasa sudah lama menguasai lahan HGU, menurut Iman, setelah dilakukan pendekatan dan dialog, akhirnya sebagian besar dapat menerima penjelasan menyangkut proyek kerjasama dengan Ciputra ini. 

“Karena itu, kita tetap akan mengutamakan dialog dan penyelesaian secara persuasif, seperti pesan yang berulang kali di sampaikanDirektur PTPN 2 Irwan perangin-Angin.

Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Abdul Ghani menyambut positif langkah-langkah yang dilakukan PTPN 2 dalam rangka melakukan optimalisasi asset, khususnya menyangkut  HGU-HGU yang berada di wilayah perkotaan yang tidak layak lagi sebagai areal perkebunan. 

Sebab dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan, bisa mendorong pengembangan perusahaan yang saat ini tidak lagi semata-mata mengandalkan hasil produksi perkebunan.**

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel