Lantik Pengurus MES Sumut, Erick Thohir Minta Pengusaha Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi


DikoNews7 -

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mewanti-wanti pengusaha untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Tujuannya, untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk memajukan ekonomi ke depan.

Hal ini disampaikan Erick Thohir saat momen pelantikan pengurus MES Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Erick Thohir menyebut, peluang pertumbuhan ekonomi perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha, utamanya yang menggeluti di sektor syariah.

Berbicara momentum, Erick mengisahkan perjuangan Timnas sepakbola Indonesia U-22 di laga Sea Games 2023 yang berhasil menyabet emas. Dia menegaskan, ada peluang yang dimanfaatkan oleh para punggawa saat melawan berbagai negara.

"Semua yang kita jalankan ini tidak lain berdasarkan momentum. Kadang-kadang kesempatan tidak datang dua kali. Sama seperti sepakbola kemarin, kalau (skor) 2-2 kita menyerah, atau dengan 10 pemain kita menyerah, kita selesai," ujar Menteri BUMN ini, mengutip unggahan Instagram @erickthohir, Jumat (19/5/2023).

"Tapi dengan perjuangan dan persatuan kita percaya sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala, baik di semi final maupun di final, bisa jadi pemenangnya, alhamdulillah," sambungnya.

Berangkat dari sini, semangat yang sama diharapkan Erick juga tercipta dalam membangun ekonomi syariah. Maka, dia meminta para pengurus MES Sumatera Utara bisa menjaga momentum dan memanfaatkan peluang.

"Inilah yang saya bilang momentum itu harus benar-benar kita jaga. Pertumbuhan ekonomi kita Insya Allah tercapai. Nah disinilah perlunya para pengusaha yang ada di depan saya melihat opportunity (peluang) ini," pintanya.

Pada unggahannya itu, Erick terlihat membacakan ikrar pelantikan pengurus MES Sumut periode 1444-1447 atau 2023-2026. Dia juga menegaskan komitmen yang dibawa MES dalam memajukan ekonomi negeri.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahiim, kami melantik saudara dan saudari sebagai pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Utara periode 1444-1447 Hijriah," ucapnya.

"Alhamdulillah, komitmen MES untuk memajukan ekonomi syariah semakin kuat dengan dilantiknya pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Utara tadi malam," tulisnya.

Dia berharap, langkah ini bisa membuahkan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat kedepannya. Termasuk ekonomi daerah yang jadi perhatian.

"Semoga kebersamaan dan kerja keras kita dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah dengan prinsip-prinsip syariah yang adil dan berkah," pungkas Erick Thohir.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengatakan, MES harus dijadikan penggerak saat momentum Indonesia tidak lagi menjadi jumlah penduduk muslim terbesar.

"MES harus terus didorong dan dimaksimalkan lewat pertumbuhan ekonomi yang nyata," hal itu disampaikan Erick Thohir saat melantik Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Sumut 1944-1947 Hijriah di Focal Point Medan, Rabu, 17 Mei 2023, malam.

Erick Thohir yakin, dengan kepengurusan yang hadir di Sumut, mulai membuka pola pikir masyarakat. Juga menjadi momentum membangun bangsa dan kesempatannya sangat besar.

"Kami dari pusat akan terus mendorong dan mendukung. Yang di lapangan yang lebih mengerti. Komitmen saya maksimalkan," sebutnya.

Diungkapkan Erick Thohir, dia sudah meeting dengan para wakil menteri, serta membaca bahwa prediksi pada 2045, Indonesia tidak lagi menjadi penduduk terbesar nomor 4 di dunia. Ini disusul Pakistan dan Nigeria. Pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat. Yang tua lebih banyak dari yang muda.

"Ini tidak lama. 22 tahun lagi. Ini momentum yang harus kita jaga. Ada empat ekonomi yang harus kita dorong merata. Terutama industrialisasi pangan, yakni ada di pertanian dan peternakan," ungkapnya.

Disampaikan Erick Thohir, industri pangan banyak belum digarap oleh masyarakat. Begitu juga dengan industri kreatif, belum dimaksimalkan.

"Saya pulang dari Kamboja. Beras mereka terbaik di dunia dan bisa ekspor ke Vietnam dan Thailand. Mereka belum punya mesin. Sama kondisi di sini. Semoga ke depan industri pangan kita bisa lebih dimaksimalkan," harapnya. (*)

 

 

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel