Perambahan Hutan dan Galian C Penyebab Banjir Bandang Sembahe?


DikoNews7 -

Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan meninjau Pemandian Nesia di Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Senin (1/5/2023). 

Lokasi wisata tersebut merupakan salah satu tempat yang terkena banjir bandang, Minggu (30/4/2023) lalu.

"Hari ini, saya bersama kepala-kepala dinas terkait datang langsung meninjau daerah-daerah yang terdampak bencana banjir bandang kemarin. Kemarin itu, kami memantau, banjir yang terjadi adalah banjir yang berasal dari derasnya/tingginya arus air dari hulu kemudian terdampak pada daerah ini," terang Bupati.
 
Pantauan media, Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), H Timur Tumanggor SSos MAP, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs H Citra Effendi Capah MSP, Wakapolrestabes Medan, AKBP Dr Yudhi Hery Setiawan SIK MSi, perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera II, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Deli Serdang; dan lainnya, usai peninjauan.

Bupati tidak menampik jika peristiwa serupa sudah pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Maka dari itu, Bupati berkeinginan ada kajian mendalam atas bencana tersebut, sehingga ke depannya bisa ada pencegahan.

"Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sesuai standar operasional prosedur (SOP) melaksanakan kewajibannya. Pertama, memastikan warga terbantu ketika menghadapi musibah ini. 
 
Kemudian, langkah-langkah untuk memastikan terselesaikannya dampak banjir bandang bisa diupayakan dalam waktu singkat. Dan lagi-lagi sesuai SOP, maka Pemkab akan melakukan kajian terhadap penyebab-penyebab terjadinya bencana seperti ini. Karena ini sudah berulang kali terjadi," papar Bupati.

Untuk melakukan kajian itu, sambung Bupati, akan dibentuk tim yang dipimpin oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs H Citra Effendi Capah MSP dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD teknis lainnya.

Selain itu, tim tersebut juga nantinya akan memberi laporan yang kemudian disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan pemerintah pusat, dengan harapan ada kebijakan yang bisa dikeluarkan sebagai solusi agar bencana serupa tidak terjadi lagi ke depannya.

Berdasarkan kajian yang akan dipimpin Asisten I dan tentu saja melibatkan Kepala BPBD dan dinas teknis terkait, kami akan menyampaikan ke pemerintah atasan, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bagaimana mengupayakan tidak lagi terulang peristiwa seperti ini melalui kebijakan yang bisa menghilangkian penyebab-penyebab kejadian semacam ini. 
 
Tapi nanti apa itu memerlukan kajian. Saya kira ini langkah yang paling penting, supaya yang kita lakukan tidak hanya sekadar menghadapi musibah, kemudian membantu masyarakat yang terkena musibah, tapi bagaimana memastikan itu tidak terulang lagi atau paling tidak terminimalisir kemungkinan terulang lagi, beber Bupati.

Ditanya soal adanya dugaan perambahan hutan dan galian C di bagian hulu, Bupati menegaskan hal tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan Pemkab Deli Serdang, untuk bisa diambil tindakan oleh pihak-pihak yang berwenang.

"Nanti akan kita pastikan tentang informasi itu. Sekali lagi itu akan menjadi bahan laporan kami kepada instansi berwenang yang mengeluarkan izin atau yang mengendalikan proses-proses yang disebutkan tadi (perambahan hutan dan galian C). Karena itu sesungguhnya tidak menjadi kewenangan Pemkab Deli Serdang," pungkas Bupati.

"Kita berharap mudah-mudahan dengan segala upaya yang kita lakukan, mohon doa dari semua pihak, Deli Serdang bisa terhindar dari berbagai bencana. Dan seandainya terjadi bencana, mudah-mudahan minimal bagi masyarakat dan yang paling penting adalah bagaimana kita mengupayakan agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi," imbuh Bupati.

Bupati juga menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprovsu. Dari koordinasi itu, baik Pemkab Deli Serdang maupun Pemprovsu sudah sepakat untuk mengupayakan kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Tadi juga sudah ada kesepakatan dan pembicaraan dengan pemerintah provinsi, dengan Wakil Gubernur juga, Pak Musa Rajekshah, saya sudah komunikasi. Kami sepakat bahwa langkah-langkah selain penanganan musibah adalah bagaimana mencegahnya agar tidak lagi terjadi," sebut Bupati lagi.

Untuk korban banjir bandang, Bupati mengemukakan tidak ada korban jiwa. Kerusakan yang terjadi yaitu dua unit rumah rusak berat. 
 
"Sejauh ini yang dlaporkan ada dua rumah rusak berat, ada pondok wisata yang terkena, tapi kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ucap Bupati.

Menyangkut keberlangsungan lokasi-lokasi wisata di sepanjang aliran Sungai Sembahe, Bupati menekankan akan ada pembicaraan atau diskusi selanjutnya dengan para pengelola objek wisata. Namun, Bupati mewanti-wanti ke depannya pengelola objek wisata untuk lebih memprioritaskan kelestarian alam dan keselamatan pengunjung.
 
Bersama pengelola nanti akan diadakan perundingan atau kesepakatan-kesepakatan untuk memastikan pengelola bisa terus melanjutkan usaha dengan tetap memberi prioritas terhadap kondisi kelestarian alam dan keselamatan pengunjung. 
 
"Nanti juga akan mengupayakan berdasarkan usulan berbagai pihak, tentang sistem peringatan dini atau early warning system. Yang selama ini sebetulnya sudah berlangsung, tapi masih secara manual," tutup Bupati.

Di sisi lain, Misnan Sembiring, salah seorang pekerja yang sedang membersihkan pondok di Pemandian Nesia di Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, bertutur jika banjir besar yang terjadi hanya berlangsung sekitar setengah jam atau 30 menit.

"Kalau yang besarnya itu setengah jam-an lah. Dari pukul 16.00 WIB sampai 16.30 WIB. Waktu kejadian itu, kita langsung memberitahukan kepada pengunjung untuk langsung naik ke atas, supaya tidak tersapu banjir," tutur Misnan yang diamini pekerja lainnya.

Pasir-pasir yang menumpuk di pondok-pondok di Pemandian Nesia tersebut, kata Misnan lagi, dibawa oleh arus banjir bandang. "Tinggi jugalah airnya. Pasir-pasir ini sampai naik ke atas," ujarnya.

Beruntungnya, sambung Misnan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin. Hanya beberapa pondok yang rusak. "Alhamdulillahnya nggak ada korbanlah. Karena memang langsung kita suruh naik ke atas semua pengunjungnya," ucapnya.
 
Setelah dari Pemandian Nesia, rombongan Bupati melanjutkan peninjauan ke Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit. Peninjauan itu untuk melihat kondisi pipa air di desa tersebut yang terputus akibat banjir bandang yang terjadi.

Di lokasi ini, Bupati tidak begitu lama dan melanjutkan peninjauan ke Dusun IV, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, untuk menemui Rizman Jai (36) dan Ruslan br Nainggolan (70), yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Di kesempatan itu, Bupati memberi bantuan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada kedua keluarga tersebut.

Baik Rizman Jai dan Ruslan br Nainggolan memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati yang telah meluangkan waktu melihat kondisi mereka sekaligus memberi bantuan. (*)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel