Air PAM Dikampung Halaman Bupati Langkat Jelek, Warga Minta Dirut PDAM Tirta Wampu Diganti


DikoNews7 -

Buruknya layanan dan kualitas air PAM Pangkalan Brandan membuat masyarakat yang menjadi pelanggan merasa dirugikan, keadaan ini sudah lama dirasakan masyarakat bahkan keadaan ini terus berlanjut dari tahun-ketahun.

Parahnya lagi, layanan perbaikan pipanisasi jalur pendistribusian air ke rumah warga juga buruk, dimana pipa bocor hanya di tempel (dibalut) dan diikat menggunakan karet ban dalam bekas kendaraan.

Tentunya ini tidak standar dalam memperbaiki jalur pipa air bersih yang dikonsumsi, karena air dapat terkontaminasi berbagai bakteri berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Heri (48) salah seorang warga Babalan mengatakan. "Kemaren air PAM Pangkalan Brandan bercampur lumpur dan berbau, ini sangat merugikan pelanggan, apalagi disaat bulan puasa dan menjelang Idul Fitri seperti ini, kebutuhan air masyarakat pasti meningkat, malah yang ada dikasih air lumpur, selama ini masyarakat juga mengeluh dengan buruknya kualitas air yang keruh, sebelum dimasak air harus di saring agar bersih," ucapnya. Kamis (19/03/2026).

Bukan hanya itu, lanjut Heri, banyak warga yang mengeluh tentang pelayanan orang kantor PAM Pangkalan Brandan terkait rekening air yang dirasa sangat mahal, padahal air jarang hidup dan saat ditanya kenapa mahal jawaban mereka terlalu ketus, terang Heri.

Pangkalan Brandan merupakan kota kelahiran dan kampung halaman Bupati Langkat H Syah Afandin yang akrab disapa dengan sebutan Bang Ondim, dengan kepemimpinan beliau sebagai Bupati Langkat, masyarakat berharap banyak untuk perubahan yang lebih baik kota Pangkalan Brandan.

Leman (50) warga Pangkalan Brandan lainnya asal Kelurahan Sei Bilah juga mengatakan. 

"Kita dukung program pembangunan Bupati Langkat, namun dalam hal ini kita minta agar Kepala Unit PAM Pangkalan Brandan dan Dirut PDAM Tirta Wampu untuk diganti, selama dipimpin mereka tidak ada perubahan yang lebih baik dalam mengurus masalah air ini," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya. Selama ini untuk warga Sei Bilah selalu dirugikan dengan kualitas air yang jelek, bahkan air jarang hidup hingga warga harus begadang menampung air memggunakan ember dan tong dari malam hingga pagi, dan tak jarang warga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air ditempat lain guna memenuhi kebutuhan air bersih.

"Air jarang hidup, kalaupun hidup keseringan debit airnya kecil dan tidak jernih, sementara meteran air setiap bulan tetap harus di bayar, kita minta Bupati Langkat melihat keadaan ini dan mengganti kepala PDAM yang dianggap tidak becus bekerja," ucapnya diamini warga lainnya. (Kurnia02)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel