Di Brandan Listrik Padam 14 Jam, Air PAM 2 Hari Mati
DikoNews7 -
Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, dipicu gangguan pada jaringan transmisi interkoneksi utama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat di Sumatera Selatan.
Pemadam listrik juga dirasakan warga kota minyak Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumut, dimana aliran listrik terputus sejak Jumat (22/05/2026) mulai pukul 18.45 WIB dan kembali normal (hidup) setelah 14 jam, tepat Sabtu (23/05/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, walaupun dibeberapa daerah sudah mulai hidup beberapa jam sebelumnya.
Selain lampu mati, warga juga di buat resah dengan kondisi air PAM dari PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, dimana air sudah tidak jalan sejak dua hari, keadaan ini sangat menyulitkan warga guna pemenuhan sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Beragam keluhan masyarakat terus dilontarkan, baik secara langsung maupun menggugahnya di akun media sosial, seperti di Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram dan akun media sosial lain.
Seperti dalam unggahan vidio di akun Facebook milik Muhammad Ismail Rokan, dirinya menyampaikan "Lampu sudah menyala PDAM masih belum juga mengalir kan airnya ke rumah warga khusus di kawasan jalan pasar pipa sei bilah kalau di tempat lain apakah terjadi hal yg sama mohon kasi komentar dan infonya agar di dengar oleh pihak PDAM..mohon segera kami belum mandi ni..." tulisnya sembari menunjukan video bak kamar mandinya kosong.
Diakun Facebook Lhan Yulan, dirinya juga memperlihatkan foto dan vidio kondisi air PAM yang keruh bewarna kuning, kekesalannya dituangkan dengan tulisan.
"Air PAM dh hidup. ....
Yg keluar Lumpurr.. bukan air bersih,.Byr air mahal tiap bulan...
GK mati PAM air yg keluar air nya pun beginilah kuning juga. Cocoknya di demooo .Asikk air PAM aja yg GK pernah selesai," tulisnya.
Air merupakan kebutuhan utama (primer) yang sangat dibutuhkan masyarakat, letak geografis kota Pangkalan Brandan berada di pesisir pantai yang jaraknya sangat dekat dengan laut, sehingga sumber kebutuhan air bersih warga didapat dari PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan.
Selama ini, kondisi air keruh dan sering mati selalu dikeluhkan masyarakat sebagai konsumen (pelanggan) PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, anehnya sampai saat ini, masyarakat merasa belum ada kebijakan dan perubahan yang lebih baik dalam pelayanan, penyaluran dan kualitas air yang betul-betul layak untuk dikonsumsi.
"Dari waktu magrib semalam sampai sekarang ini tempat kami juga air PDAM masih mati. Berharap ada perubahan dan standar perbaikan untuk pelayanan," ucap Haris salah seorang warga Sei Bilah.
Sementara itu, Trie salah seorang warga Jalan Imam Bonjol, Pangkalan Brandan mengatakan.
"Sudah 2 hari air mati di tempat kami dan sampai saat ini belum jalan juga," ucapnya Sabtu (23/05/2026) sore di Pangkalan Brandan.
Sementara itu, guna mencari tau penyebab air PAM mati dan solusi serta tindakan yang diambil, Kepala PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, Kali Suman Saragih saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, hingga berita ini di buat tidak menjawab pesan yang dikirim. (Kurnia02)
