Fauziah Beserta Keluarga Diduga Jadi Korban KMP, Ganti Rugi Tidak Manusiawi??


DikoNews7 -

Fauziah (35) warga Jl. Pendidikan Lingkungan IV Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, meratapi nasibnya ketika rumahnya di paksa harus di runtuhkan guna mendukung pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KMP), Jum'at (08/05/2026). 

Fauziah yang kini hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat banyak apa lagi melakukan perlawanan dengan rencana pembangunan gedung KMP. 

Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama suami, mertua, empat orang anaknya kini tinggal puing-puing rata dengan tanah setelah di runtuhkan. 

Nasib buruk yang menimpa Fauziah tak sampai di situ, nilai ganti rugi tidak manusiawi, hanya Rp 1.500.000,.

Ia mengaku bingung harus ke mana tinggal lantaran biaya ganti rugi yang diberikan pihak terkait tidak mencukupi. 

Sementara itu, sang suami bekerja serabutan kadang ada kadang tidak ada, dan anaknya yang balita tetap harus minum susu. 

Fauziah berharap kepada Bupati Batu Bara tolong lah kami warga miskin yang diusir secara tidak wajar ini. 

Ia juga minta kepada Bupati Batu Bara bangunan yang berdiri dan di tempat warga puluhan tahun di sebelah kiri Jalan Imam Bonjol Labuhan Ruku kenapa tak digusur, jangan kami saja yang merasa kepedihan ini, ujarnya.

Ini lahan milik Pemerintah, tetapi keluarga mertua saya sudah puluhan tahun menempati lahan tersebut, tukas Fauziah. 

Sementara itu, Nurainun (66) mertua dari Fauziah mengatakan, sudah puluhan tahun menempati rumah ini. 

Setelah rumah ini di runtuhkan, ia berharap kepada Bupati Batu Bara tolonglah buat kan kami rumah, kecil pun jadi lah. 

Ia mengungkapkan ke mana lagi mau tinggal bersama cucu, menantu dan anak....???? 

Uang dari mana mau bangun rumah..??? 

Pantauan media, hunian sementara Fauziah bersama mertua, empat orang anaknya dan suami tinggal di tenda biru tanpa dinding hanya menggunakan kelambu. 

Tenda berwarna biru itu diikatkan ke empat sudut tiang dengan berlantaikan triplek bekas dan tikar seadanya. 

Sementara sang suami sibuk membakar kayu bekas sebagai penerangan. 

Reporter : Erwin. 

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel