Terkenal Licin, Ocon Pengedar Sabu Diringkus Polsek Babalan
DikoNews7 -
Jajaran Polsek Babalan Polres Langkat berhasil menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu-sabu, dari penangkapan ini juga disita barang bukti sabu siap edar.
Pelaku MA alias Ocon, dirinya ditangkap Jumat (08/05/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB di rumahnya yang berada di Lingkungan I Tangkahan Serei, Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat. Sumut.
Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang resah, dimana disekitar lokasi sering terjadi transaksi narkotika, atas informasi ini Kapolsek Babalan AKP Eben H Tarigan.SH memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Heri Nalom Opung Sungguh.SH beserta team opsnal untuk melakukan penyelidikan.
Dari penyelidikan disekitar TKP dibantu Kepala Lingkungan sekitar, team bergerak cepat dan melakukan penggerebekan di rumah pelaku yang terbuat dari papan hingga berhasil mengamankan pelaku.
Saat dilakukan penggeledahan badan dan sekitar lokasi, ditemukan barang bukti 1 (satu) buah plastik klip diduga berisi narkotika jenis sabu dan 1 (satu) buah handphone merk Infinix warna biru serta 1 (satu) buah skop sabu di meja tempat duduk pelaku.
Guna proses hukum lebih lanjut, pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Babalan dan selanjutnya diserahkan ke Sat Narkoba Polres Langkat.
Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Amrizal Hasibuan.SH.MH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan ini.
"Pelaku ditangkap atas informasi masyarakat dan pelaku mengakui jika barang haram tersebut miliknya untuk di jual," ucap Kasat Narkoba.
Dari penangkapan ini, masyarakat mengucapkan syukur dan terimakasih atas respon cepat Polsek Babalan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menangkap pelaku.
"Kami mengucapkan terimakasih atas respon cepat Polsek Babalan dalam menindaklanjuti aduan masyarakat dan menangkap pelaku, selama ini pelaku terkenal licin dan sangat meresahkan dengan aktifitasnya menjual barang haram sabu di lingkungan masyarakat, kali ini dia tertangkap, terimakasih Pak, kami merasa lega," ucap warga yang tak ingin namanya disebutkan.
Reporter : Kurnia02.
Editor : Diko.
