Warga Merasa Penyaluran Bantuan BPN Beras Medium Tebang Pilih
DikoNews7 -
Penyaluran bantuan Badan Pangan Nasional (BPN) yang seharusnya meringankan beban warga kurang mampu di Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Batu Bara, dinilai tebang pilih.
Pasalnya, terdapat sebagian warga yang disebut tidak menerima bantuan.
Sementara hampir seluruh warga Kelurahan Labuhan Ruku mendapat jatah bantuan BPN baik yang mampu maupun tidak mampu.
Informasi yang dihimpun DikoNews7 Selasa (23/06/2026) dari sumber di lapangan menyebutkan bahwa bantuan BPN yang disalurkan kepada warga berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng (migor) per Kepala Keluarga (KK).
Namun, di tengah pemerataan bantuan tersebut, masih ada warga yang tidak menerima bantuan sama sekali.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari warga terkait dasar penentuan penerima bantuan yang di lakukan oleh Pemerintah Kelurahan Labuhan Ruku.
Sumber yang meminta namanya di rahasiakan mengatakan, masih ada warga dengan kondisi ekonomi mampu tetap menerima bantuan tersebut.
Sementara itu, warga yang tidak memperoleh bantuan justru dinilai berada dalam kategori ekonomi menengah ke bawah.
Menurutnya, tidak ada penjelasan maupun pemberitahuan yang diberikan kepada warga terkait alasan mereka tidak menerima bantuan pangan beras Medium tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan dan menjadi perbincangan di tengah kalangan masyarakat.
Warga berharap baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara maupun Kelurahan Labuhan Ruku dapat memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan prasangka dugaan adanya perlakuan berbeda dalam proses penyaluran bantuan pangan beras Medium tersebut.
Sementara itu, Lurah Labuhan Ruku saat di minta tanggapannya melalui pesan WhatsApp mengatakan, penerima bantuan pangan beras dan migor tahun 2026 di kelurahan Labuhan Ruku program Bulog Alokasi bulan Februari - Maret dengan jumlah penerima 1074 PBP.
Reporter : Erwin.
Editor : Diko.
