Kembali, Dapur Pengolahan Minyak Mentah Ilegal di Langkat Terbakar
DikoNews7 -
Kebakaran dapur pengolahan minyak mentah ilegal kembali terjadi, kali ini kebakaran terjadi di bukit payung, Dusun IV Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Sumut .Kamis (27/08/2026).
Kebakaran sempat membuat masyarakat panik, kobaran dan jilatan api yang besar membakar seluruh bangunan hingga menimbulkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi keudara, keadaan ini bisa terlihat dari jauh dengan radius beberapa Km.
Diketahui, lokasi dapur pengolahan minyak mentah ilegal ini milik Supriadi warga sekitar, dimana setiap harinya dapur ini selalu beroperasi mengolah minyak mentah.
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Padang Tualang, Iptu M Yassir Parinduri.MH, kepada wartawan menyampaikan.
Peristiwa terjadi pada Kamis (27/8/26) sekitar pukul 14.00 Wib. Adapun pemilik dapur minyak bernama Suriadi warga dusun IV, Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.
Api dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB oleh petugas Damkar dibantu warga sekitar, tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bahwa pada saat kejadian, korban (pemilik) tidak sedang berada di tempat, bahwa kebakaran tersebut di duga terjadi akibat melimpahnya tempat penampungan residu hasil pembakaran minyak mentah sehingga menimbulkan api dan terbakarnya gudang tempat penyimpanan minyak tradisional tersebut," ujarnya.
Atas kejadian ini, warga berharap dapur minyak ilegal yang lokasinya berada dekat pemukiman penduduk untuk ditertibkan demi menjaga keamanan dan keselamatan warga.
"Kita harap pemerintah melalui Polres Langkat menertibkan keberadaan dapur minyak ilegal yang lokasinya dekat dengan pemukiman masyarakat, ini sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan warga, karena rentan terjadinya kecelakaan kebakaran, beruntung dapur minyak yang terbakar ini tersendiri, bagaimana jika berdempetan dan berdekatan dengan rumah lainnya, pasti semua juga ikut terbakar," ucap Zul warga Desa Serapuh ABC. (Kurnia02)
