Dampak Covid-19, Zusana Tak Bisa Pulang Melihat Anaknya Yang Meninggal



DN7 | Medan - Seorang ibu rumah tangga berharap segera bisa pulang ke Medan. Pasalnya, ibu rumah tangga yang diketahui bernama Zusana ini, ingin segera pulang ke Medan karena anaknya telah meninggal dunia. 

"Saya ingin segera pulang ke Medan, karena anak saya Bernama Octaliko Loangga berusia 16 tahun meninggal dunia di Medan. Sementara posisi saya lagi di Jakarta tidak bisa pulang karena bandara tutup akibat pandemi covid-19" ucap Zusana kepada dikonews7.com. Sabtu (25/4). 

Sambung Zusana, saya mohon teman teman, dan pejabat terkait tolong usahakan saya bisa segera pulang ke Medan, sebab yang meninggal itu anak kandung saya. Harapnya. 

Berikut petikan surat terbuka Zusana, mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak masyarakat yang terkena dampak dari peraturan pemerintah dan diterbitkan hanya beberapa jam sebelum diberlakukan.

Saya adalah seorang Ibu yang sedang berduka. Pada tanggal 23 April 2020 saya mendapatkan pesan duka dari keluarga saya di Medan atas meninggalnya Putra sulung saya, sementara posisi saya masih berada di Korea Selatan. Pada saat itu, saya langsung menuju ke Bandara Incheon Internasional airport dan berusaha mendapatkan tiket penerbangan saya pulang ke Medan.

Saya mendapatkan tiket pesawat dengan maskapai Garuda Indonesia Airline (GA) dengan schedule :
INC - CGK tgl 24 April 2020 (10:35 - 15:50)
CGK- KNO tgl 25 April 2020  (12:40 - 15:05)

Untuk penerbangan dari INC - CGK sesuai schedule tampa kendala, tetapi sesampainya saya di Bandara Soekarno Hatta pihak maskapai menginformasikan bahwa ada perubahan schedule dari Jakarta ke Medan dengan terbitnya peraturan dari pemerintah dengan adanya larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah secara tiba-tiba diikuti dengan adanya Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 dimana Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, mengumumkan sudah tak boleh ada penerbangan domestik dan internasional sejak Jumat (24/4). Ungkapnya.

Larangan ini dikecualikan untuk pesawat mengangkut pimpinan lembaga tinggi RI dan tamu kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional, penerbangan khusus repatriasi pemulangan WNI maupun WNA, dan terakhir penerbangan pengangkut penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.

Dalam hal ini saya sangat mengharapkan adanya pengecualian untuk saya, dan dalam keadaan depresi saya terus memohon dari satu counter ke counter maskapai di bandara yang ada agar dapat memulangkan saya dengan segera. Tapi semua maskapai hanya memberikan jawaban yang sangat miris "Maaf Bu kami hanya menjalankan Peraturan Pemerintah yang ada" bebernya.

Tanpa adanya solusi, saya terperangkap di bandara Jakarta, tanpa adanya kepastian sampai kapan saya harus disini. Sementara saya harus menjalankan prosesi pemakaman untuk anak saya. Ucapnya.

Dengan sisa tenaga dan kekuatan saya terus mengupayakan agar bisa pulang.
#SAYA BUKAN PEMUDIK
#Saya hanya seorang Ibu yang diluar kehendak saya mendapatkan ujian ini.
#Saya hanya seorang Ibu yang sedang berusaha menunaikan kewajiban saya sebagai seorang Ibu.

Dengan sedikit harapan yang tersisa, saya terus memohon dan berdoa semoga ada bantuan dan solusi untuk saya saat ini.

Kemenhub RI Kementrian Perhubungan RI, KemenHub - Medan Merdeka Barat, Jkt Pst
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara - Kemenhub RI Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub

Mohon pemerintah dapat meninjau kembali keputusan tersebut. Tulisnya. (DN7, red)

Editor : Sapta

17 comments:

  1. masa krisis korona gini kok bisa terbang sampai korea y.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar, masa lagi seperti kenapa kekorea, bukan nya dirumah aja, aneh

      Delete
    2. zusannA ini tmn saya. Dia krj disana. Awalnya sblm meninggal ank sulungnya sempat bngun n blg skt kpla sama adikny. Trs minum air. Paginya dsrh bangun tak bngun LG alias Uda meninggal

      Delete
    3. jadi orang jangan goblokk napa nama nyaa kerja jauh anak meniggal diaa ingin pulangg bego luu
      begini orang kalo dari kecil di kasih makan bangkee gede nyaa jadi kek goblok gaa sekolahh ?

      Delete
  2. dibaca yang benar boss.. jangan tolol jadi orang.. otak provokator!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul tuh bro...yg koment negatif yg diatas. Otak nya tolol dan lupa di letakan otak nya dimana...tau nya mencibir dan provokator saja dia.

      Delete
  3. Memang menyedihkan jika kita berada di posisi ini. Tapi kebijakan ini memang ada positif dan negatifnya. Saya turut berduka juga. Namun kebijakan ini juga harus dipatuhi bu, mengingat juga ada saudara kita pun yg meninggal karena pandemi Covid ini tidak bisa melihat dan mengadakan acara pemakaman yg selayaknya. Jadi bukan benar atau salah kebijakan ini. Ada dampak2 yang terkena.

    ReplyDelete
  4. Klo semua d berlakukan tdk mslh tp pengecualian pejabat dan pemerintahan... Pertanyaan sy apakah mrk lbh bersih dan suci dr kt?? Sehingga dpt keluar masuk bandara... Kt sama sama manusia... Jd hrs pny hati nurani sedikit. Bagaimana jika halnya menimpa anda sndr...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul itu..setidaknya para menteri dan pejabat pemerintah tergugah hati nya buat ngebantu ibu ini...apalagi ini bulan suci bulan puasa ..smoga amal baik ketulusan org org dermawan mendapat berkah dan pahala berlimpah

      Delete
  5. Sayang sekali ya.. Tidak bisa ketemu anaknya untuk yg terakhir kali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...moga ya ...saya juga turut berdoa tuk ibu itu dan turut berduka cita buat anak nya

      Delete
  6. Masih muda jangan ragu untuk memulai sebuah bisnis broo, semua bisa berawal dari nol dan akan menjadi besar, nahh jadi untuk kalian yang ingin memulai usaha silahkan kunjungi bit.ly/2Y3olup, Angga link alternatif hottogel akan memberikan tips & saran terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooi ..nggak ada otak ya .org lagi post Khabar duka cita. Anda pula posting promo ol judi..emang otak anda di letak kan dimana .setan!!

      Delete
  7. Bagi yg koment nya negatif itu harap jgn sudutkan org lain dgn kecaman dan komentar anda segitunya yg TDK berprikemanusiaan... Kalo posisi anda di pihak ibu itu .pasti anda bersikeras berharap dan memohon tuk dapat melihat anak nya terakhir kali nya.
    Yang sabar ya bu..berdoa terus dan berusaha terus kepada org org yg tergugah hatinya tuk bisa membantu ibu ..saya pribadi turut berduka cita sedalam dalam nya buat anak nya ya. Kamsia

    ReplyDelete
  8. Ibu coba hubungi club' club' dermawan seperti Lion club' . Buddha suci...dll..mungkin mereka bisa memberikan solusi dan membantu ibu.saya disini juga TDK bisa berbuat apa apa ..hanya bisa turut berdoa tuk ibu smoga di beri jalan keluar oleh NYA

    ReplyDelete
  9. Jadi tunggu apalagi ? daftar dan mainkan sekarang, buktikan sendiri kenapa PKV Games begitu populer, menghebohkan dan menguasai pasar game kartu online Nusantara bersama Link Alternatif Pkv Games terbaik saat ini.
    Winrate
    Tinggi Setiap Harinya !!
    Salam WD Bos! WA: 0877-7572-7442

    ReplyDelete

Powered by Blogger.