Bupati Batubara Zahir : Tinggal Dirumah atau Tinggal di Rumah Sakit atau Tinggal Kenangan



DN7 | Batubara - Bupati Batubara Ir Zahir M.Ap bersama Kapolres Batubara AKBP Ikhwan SH MH dan Forkopimda melepas serta mengiringi personil untuk melakukan penyemprotan desinfektan di 12 Kecamatan yang di mulai hari ini dari Kec. Limapuluh menuju ke Kec. Tj. Tiram, Jumat (22/5/2020).

Rombongan karnaval membawa pesan "Jangan Mudik, Lebih baik di rumah melakukan aktifitas sesuai protokol kesehatan, Lebih baik di rumah saja dan gunakan masker serta hindari kerumunan, jaga jarak, Selalu mencuci tangan menggunakan sabun serta tingkatkan imunitas tubuh.

Bupati Batubara Ir Zahir M.Ap yang didampingi Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis dan Dandim 0208/ Asahan dihalaman Mako Polres Batubara mengatakan, " Hari ini kita melakukan penyemprotan disinfektan Se-kabupaten Batubara dalam rangka pencegahan Covid-19, untuk itu saya berharap kepada masyarakat bantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19 ini." Ujar Zahir

Pilih yg mana "  Tinggal di Rumah atau Tinggal di Rumah Sakit atau Tinggal kenangan, Tentukan pilihan selagi kamu bisa memilih." Tegas nya dalam himbauan

DINKES BATUBARA PERSIAPKAN LOGISTIK UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 DI 12 KECAMATAN

Sebelumnya, Bupati Batubara di wakili Kadis Kesehatan Batubara drg Wahid Khusyairi pimpin rapat persiapan kegiatan Gugus Tugas Kab. Batu Bara, Kamis (21/5) bersama seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) On line  Dinkes,RSUD dan Puskesmas se Kab Batu Bara.

Kegiatan yang akan dilaksanakan yakni penyemprotan desinfektan di 12 Kecamatan sesuai dengan jadwal dan sasaran yang sudah disepakati disetiap hari Selasa dan Jum'at.

Pelaksanaan penyemprotan disinfektan serta melakukan Rapid Test di 13 pajak sembari membagikan masker gratis bagi warga pengunjung pasar /Pajak yang belum memiliki masker dengan sasaran yakni , Pajak Tradisional Tj. Tiram, Pajak limapuluh, Pajak Delima indrapura, Pajak kebon kopi, Pajak desa si Pare-pare, Pajak sore lalang, Pajak ikan kuba padang, Pekan Jum' at desa Aras, Pajak Pekan Minggu Sei Bejangkar, Pekan Jum'at Desa Bulan bulan, Pajak Pekan Ujung Kubu, Pajak Pagurawan dan Pajak Simpang Dolok.

Tujuan pemeriksaan Rapid test ini adalah Skrining kasus yang akan di gelar pada sasaran nya kepada Pedagang Pasar, Pengunjung Pasar, Tukang Ojek, Pemilik dan pelayan toko serta kepada Orang -orang yang dianggap memiliki resiko tinggi terkena dampak penyebaran virus Corona vovid-19.

Pelaksanan kegiatan Rapid test akan dibimbing oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas dengan dibekali logistik, Setiap lokasi disediakan 60 pcs Rapid Test dan Khusus untuk Kec. Tg Tiram dan Kec. Lima puluh serta Kec. Air Putih (Indrapura) masing-masing akan dibekali 100 pcs.

Penanganan Rapid test melalui prosedur
dengan melihat tempat yang layak, Sementara itu bagi petugas yang melakukan penanganan Rapid test juga di bekali  Alat Pelindung Diri (APD), Minimal Nakes menggunkan Handscon, Masker dan Face shield.

Menurut Kadiskes drg Wahid Khusyairi bahwa petugas yang bertugas harus mampu melakukan Edukasi terhadap masyarakat yang diperiksa, Apapun hasil dari pemeriksaan tersebut.

" Jika hasil rapid test non reaktif, Maka anjurannya adalah senantiasa melakukan kegiatan sesuai protokol kesehatan, Dan jika hasil Rapid Test nya reaktif maka sesuai Protap dilakukan Swab dan selanjutnya dikirim utk pemeriksaan melalui PCR dengan anjuran agar melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil Pemeriksaan PCR selanjutnya." Tegas drg Wahid Khusyairi

Dalam kesempatan nya, drg Wahid Khusyairi menjelaskan hasil kegiatan, " Untuk hari ini ada 10 orang reaktif tes. Dan hari ini kita lakukan lagi rapid test kepada masyarakat khususnya bagi para pedagang, Mininarket akan kita lakukan sampling yang menurut kita anggap rawan daerahnya penyebaran covid-19.
Dari 10 orang yang reaktif sudah di lakukan pengecekan Swab tes dan hasil nya sudah kami kirim dan tinggal menunggu hasilnya." Pungkas drg Wahid. (Aswat)

Editor : Sapta

#Dirumah Aja



No comments

Powered by Blogger.