Abdul Rahman Marpaung Diduga Tewas Disiksa - DikoNews7
MWFcLWN8MqpcNWt5NqpdNqB8M6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Abdul Rahman Marpaung Diduga Tewas Disiksa

 


FOTO : Jenazah Abdul Rahman Marpaung saat dimandikan.

 
DN7 | Labura -
 
Di duga anaknya tewas karena di siksa, orang tua dari Abdul Rahman Marpaung (korban-red) tidak terima dan akan melakukan upaya hukum, Senin 28/9/2020.
 
Ayah korban, Harmen Marpaung kepada awak media mengatakan adanya dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian anaknya. Hal itu dijelaskan Harmen Marpaung kepada wartawan di kediamannya, Minggu (27/09).
  
Harmen menjelaskan kondisi anaknya yang baru saja di bawa pulang dari rumah sakit forensik Pematang Siantar. 
 
"Anak saya mukanya memar, kepala lembut, dada lebam, tangan patah dan di paha di duga kemungkinan ada luka tembak. Ditangannya juga ada lebam seperti terkena pukulan duri sawit, terus dari telinga, mulut dan hidungnya juga mengeluarkan darah segar". Jelas Armen.
 
Armen juga mengatakan kalau anaknya seperti mengalami penyiksaan dan tindak kekerasan, cuma dalam kejadian itu dia tidak menyaksikan hal itu secara langsung, dia juga tidak bisa memastikan hal tersebut.
 
"Saya hanya meminta keadilan, seadil-adilnya menurut hukum yang berlaku di Indonesia ini. Saya juga mengharap agar pelaku yang menyebabkan anak saya seperti ini dihukum atau pun dipecat, agar tidak terulang lagi kejadian yang sama". Sambungnya.
 
Sementara itu Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deny Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan mengakui jika pihak kepolisian melakukan tembakan kepada Abdul Rahman Marpaung. Kapolres menjelaskan kronologi singkat kejadian.
 
"Kami mendapat Informasi jika dia sedang berada dalam perjalanan menuju Medan dari arah pangaribuan. Kemudian kami bekerjasama dengan Polres Taput untuk melakukan penyisiran di jalur tersebut. Lalu dia berhasil diamankan di Polsek Siborong - Borong", ujar Kapolres.
 
"Kemudian anggota kami dari Satreskrim Polres Labuhanbatu, bersama dengan Polsek, datang ke Polres Taput untuk menjemput Abdul Rahman, yang mana videonya sudah beredar. Video tersebut dibuat di Polsek Siborong-Borong". Jelas Kapolres.
 
Kapolres mengatakan bahwa telah dilakukan Interogasi terhadap Abdul Rahman Marpaung saat membawanya ke Aek Kanopan. Berdasarkan hasil Interogasi, didapatkan Informasi keberadaan Abdul Rahman Marpaung. Sementara rekannya lari ke daerah Kabupaten Asahan, tepatnya di Desa Padang Mahondang. Tim gabungan tiba di lokasi saat dini hari.
 
Kapolres beralasan setibanya dilokasi, Abdul Rahman Marpaung tidak melakukan kerjasama yang baik, dan beberapa kali ingin melepaskan diri meski pun dalam keadaan terborgol bersama petugas. 
 
Hal itu menyebabkan pergumulan kembali antara Abdul Rahman Marpaung dengan petugas, sementara dia juga berusaha merebut senjata petugas, akhirnya dilakukan tembakan kearah kaki kanannya.
 
Namun saat ditanya apakah ada bukti rekaman video saat Abdul Rahman Marpaung melakukan perlawanan tersebut, Kapolres mengatakan tidak memiliki bukti video tentang hal itu.
 
Saat wartawan menanyakan kembali perihal darah yang keluar dari telinga, mulut dan hidung korban, Kapolres juga menjawab "kita menunggu hasil autopsi yang semalam telah dilakukan, karena keluarganya juga merasa keberatan dengan kematiannya. 
 
Dengan difasilitasi Bupati Labuhanbatu Utara, maka Autopsi sudah dilakukan tadi malam di rumah sakit yang ada di Pematang Siantar". Terang Kapolres. (**SS/TJ)

Share This Article :
dikonews7
4518356910882902657
close