Massa Batu Bara Bergerak Minta Ditjenpas Copot Kalapas Labuhan Ruku


DikoNews7 -

Puluhan massa Batu Bara Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Senin (15/06/2026) siang. 

Para pengunjuk rasa bertahan di bawah hujan yang mengguyur, sembari terus berorasi dan berteriak menyuarakan Copot Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Labuhan Ruku. 

Di tengah derasnya hujan, pengunjuk rasa menyebutkan hidup rakyat, hidup wartawan, hidup mahasiswa, teriak Syahnan Afriansyah di sambut teriakan pengunjuk rasa. 

Dalam orasinya, Syahnan Afriansyah mendesak Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara (Sumut) untuk segera membentuk tim investigasi independen terhadap dugaan Warga Binaan yang menjadi pemain / pengendar yang memiliki jaringan Narkotika dari dalam Lapas Labuhan Ruku. 

Ia juga mendesak Kakanwil Ditjenpas Sumut untuk segera melakukan evaluasi birokrasi di Lapas Labuhan Ruku dan melakukan pemeriksaan yang terukur terhadap Kalapas Labuhan Ruku dan seluruh pegawai. 

Selanjutnya, dengan tegas ia mendesak Kakanwil Sumut untuk segera melakukan razia besar-besaran terhadap dugaan penggunaan handphone bagi Warga Binaan. 

Selain itu, ia juga mendesak Kakanwil Ditjenpas Sumut untuk segera memerintahkan Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku beserta jajaran untuk memberikan transparansi publik dugaan permasalahan di Lapas Labuhan Ruku. 

Dan mendesak Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku untuk mundur dari jabatannya karena kami anggap lalai dan gagal dalam menjalankan tugasnya. 

Dendangan Batu Bara Bergerak mengumandang bergantian berorasi dengan lantang mengatakan Copot Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku. 

Pantauan media, meski begitu arus lalu lintas dari arah Tanjung Tiram menuju Sei Bejangkar dan sebaliknya terlihat aman. 

Sebelumnya, orator aksi Syahnan Afriansyah menyampaikan delapan butir dugaan permasalahan yaitu : 

A). Dugaan maraknya peredaran dan jaringan Narkotika di dalam Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku oleh oknum Warga Binaan yang diduga dilindungi. 

B). Janggalnya kematian Warga Binaan yang menimbulkan tanda tanya besar. 

C). Dugaan bebasnya peredaran handphone bagi Warga Binaan. 

D). Dugaan fasilitas wanita penghibur masuk di dalam Lapas Labuhan Ruku. 

E). Dugaan praktik pengutan liar (pungli) dan perdagangan fasilitas kamar / sel tahanan. 

F). Tertutupnya akses informasi publik. 

G). Insiden kaburnya tahanan diduga akibat lemahnya pengawasan dan keamanan Lapas Labuhan Ruku. 

H). Dugaan makanan Warga Binaan tidak memenuhi standar serta diduga anggaran biaya makan Warga Binaan di Mark up. 

Menanggapi tuntutan massa Batu Bara Bergerak, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku disinyalir enggan menemui massa aksi. 

Reporter : Erwin. 

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel