Header

Kawasan Industri Medan Terlihat Kumuh

Foto : Kawasan Industri Medan

DikoNews7 -

Kawasan industri tercatat sebagai pasar properti paling aktif sepanjang tahun, hal itu lantaran banyak mendapat permintaan dari berbagai perusahaan dan tingginya minat dari investor, tentunya didukung dengan infrastruktur yang baik. 

Namun tidak di Kawasan Industri Medan (KIM), infrastruktur yang merupakan pendukung minat investor tersebut buruk. Senin (05/07/2021) pukul 09.00 Wib.

Jalan utama di KIM 1 sampai dengan KIM 4 banyak yang bergelombang, bahkan lobang-lobang hiasi Kawasan Industri Medan tersebut. Anehnya jalan-jalan yang rusak ringan dan sedang itu berlangsung sejak lama, seakan terjadi pembiaran disana.

Selain jalan yang dipenuhi lobang, penerangan di
kawasan industri modern tersebut tidak memadai, parahnya lagi kawasan industri itu terdapat penampungan BBM ilegal dari mobil tangki Pertamina Labuhan Deli.

"Jalan KIM berlobang ini sudah lama pak, tidak tahu entah kapan diperbaiki", cetus buruh yang minta namanya tidak disebut (Inisial S-red). Ketika ditanya tempat penampungan BBM ilegal, S sebut lokasi penampungan BBM ilegal di daerah KIM 1.

"Kalau penampungan BBM ilegal itu setahu saya di daerah KIM 1 pak, dulu mobil tangki Pertamina masuk ke KIM 1 dan turunkan BBM, sekarang minyaknya diturunkan di luar KIM, kemudian dibawa masuk ke KIM dengan mobil pick up", kata S.

Kawasan Industri Medan aset pemerintah itu juga dipenuhi penjualan asongan, rumor yang berkembang di lapangan menyebutkan ada keuntungan oknum dari pedagang yang menggelar dagangannya di kawasan industri tersebut. Akibatnya kawasan industri itu terlihat kumuh.

Direktur Utama PT KIM (Persero) Ngurah Wirawan hingga sampai sekarang terkesan enggan jawab pertanyaan wartawan. Melalui Supervisornya (Staf Manager) Nugrah pada wartawan Medan Utara melalui WhatsApp, Senin (05/07/2021) pukul 09.00 Wib mengaku tetap perbaiki jalan yang rusak di KIM.

"Biro BPO tetap mengadakan perbaikan jalan rutin untuk perbaikan jalan di kawasan industri", jawab Nugrah. 

Reporter : Nur

Editor : Diko

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel