Header

Macam-Macam Puasa Wajib dan Sunah dalam Islam, Penuh Keistimewaan

Foto : Ilustrasi Berbuka Puasa

DikoNews7 -

Macam-macam puasa perlu diketahui setiap muslim. Pasalnya, puasa merupakan salah satu amalan yang memberikan berbagai macam keutamaan bagi umat Islam. Tidak hanya puasa wajib, melaksanakan puasa sunah juga memiliki berbagai macam keistimewaan.

Puasa adalah salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga.

Macam-macam puasa dibagi menurut hukum melaksanakannya, yaitu puasa wajib dan puasa sunah. Salah satu puasa wajib yang mungkin sudah dikenaloi oleh setiap muslim adalah Puasa Ramadan. Setiap tahunnya kamu wajib melaksanakannya di bulan Ramadan.

Berikut di rangkum dari berbagai sumber, Kamis (7/10/2021) tentang macam-macam puasa.

Puasa Ramadan

Macam-macam puasa wajib yang pertama tentunya adalah puasa Ramadan. Puasa Ramadan wajib dikerjakan oleh setiap Muslim selama sebulan penuh saat bulan Ramadan. 

Allah SWT memerintahkan umat Islam berpuasa Ramadan dalam surat Al Baqarah ayat 183, " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Puasa Qadha

Masih berkaitan dengan puasa Ramadan, macam-macam puasa wajib berikutnya adalah puasa Qadha. Kenapa berkaitan, yaitu karena puasa ini tujuannya untuk menggantikan jumlah puasa Ramadan yang tidak bisa dijalankan karena halangan, seperti sakit parah, bepergian jauh, atau menstruasi dan nifas di bulan Ramadan.

Puasa Nazar

Macam-macam puasa wajib berikutnya adalah Puasa Nazar. Puasa nazar dilaksanakan karena sebuah janji. Puasa yang dinazarkan hukumnya wajib dan harus ditepati oleh orang yang bernazar.

Puasa Kifarat atau Denda

Puasa kifarat atau denda dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran yang hukumnya wajib. Puasa ini dikerjakan karena adanya perbuatan dosa, sehingga bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan tersebut.

Puasa Syawal

Salah satu puasa sunah yang sudah banyak dikenali umat Islam tentunya adalah Puasa Syawal. Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Macam-macam puasa sunah ini bisa dilakukan secara berurutan dimulai dari hari ke dua Syawal ataupun bisa dilakukan secara tidak berurutan.

Puasa Arafah

Macam-macam puasa sunah berikutnya adalah puasa Arafah. Puasa ini dikerjakan pada tanggal 9 Dhulhijah. Namun puasa ini dilarang bagi mereka yang tengah melaksanakan ibadah haji. 

Puasa arafah akan memberikan keutamaan bagi orang-orang yang melaksanakannya, yaitu akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu serta dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim).

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis mungkin merupakan macam-macam puasa yang cukup populer. Pasalnya, puasa ini dapat dilakukan setiap minggunya. Puasa ini dikerjakan setiap hari Senin dan Kamis, hari dimana malaikat memeriksa amal umat Muslim.

Puasa Daud

Puasa ini dulunya dilakukan Nabi Daud. Caranya, sehari puasa dan sehari tidak atau dengan cara selang-seling. Macam-macam puasa ini sangat disukai Allah. Keutamaan puasa Daud di antaranya mendatangkan rejeki, terpelihara dari perbuatan maksiat, senantiasa berpikir positif, ikhlas menerima ketetapan Allah SWT dan lain sebagainya.

Puasa Asyura

Bulan Muharram adalah bulan yang disunnahkan untuk memperbanyak puasa, boleh di awal bulan, pertengahan, ataupun di akhir. Namun, puasa paling utama adalah pada hari Asyura, yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharam.  Puasa ini untuk menghapus dosa kecil dalam setahun.

Puasa Sya’ban

Macam-macam puasa berikutnya adalah puasa Sya’ban. Puasa sya'ban dikerjakan pada bulan Sya'ban, bulan di antara Rajab dan Ramadan. Puasa sya'ban dapat dikerjakan pada pertengahan bulan ataupun di akhir bulan.

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah adalah macma-macam puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah, yakni tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.

Puasa Ayyamul Bidh

Umat Islam disunahkan berpuasa minimal tiga kali dalam sebulan. Namun puasa lebih utama dilakukan pada ayyamul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah. Ayyamul bidh sendiri mempunyai arti hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar dengan sinar rembulannya yang putih.

Puasa Awal Dzulhijjah

Puasa di awal bulan bulan Dzulhijjah adalah puasa sunah. Biasanya puasa sunah ini dilakukan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah setiap tahunnya. Puasa ini nantinya akan dilanjutkan dengan puasa Tarwiyah pada tangga 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. 

Berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Keutamaan berpuasa di awal bulan Dzulhijjah adalah mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT, dicintai Allah SWT dan dijauhkan dari siksa api neraka selama tujuh puluh tahun.

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel