PDAM Pangkalan Brandan Jual Air Lumpur ke Pelanggan


DikoNews7 -

Warga kota minyak Pangkalan Brandan keluhkan kualitas air PAM yang keruh dan kotor, selain itu air bercampur lumpur dengan aroma bau tak sedap membuat air tidak layak konsumsi. 

Keadaan ini membuat masyarakat harus mengeluarkan uang lebih guna membeli air kemasan untuk dikonsumsi (minum). 

Menurut warga, kondisi air yang tak layak konsumsi sudah lama dirasakan masyarakat, namun dalam 1 atau 2 hari ini kondisinya semakin parah, air PAM bewarna hitam berlumpur seperti air comberan.

"Abang lihat ini, airnya hitam berlumpur, dari semalam sudah keruh namun hari ini bercampur lumpur dan berbau," ucap Aref (49) warga Jalan Thamrin Kelurahan Pelawi Utara Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Sumut. Senin (16/03/2026).

Senada, Firman (38) warga Babalan lainnya mengatakan, jika pelayanan pendistribusian air PDAM Tirta Wampu UPT Pangkalan Brandan sangat buruk.

"Semua mengeluh akan pelayanan pendistribusian air PAM ke warga, air sering  tidak jalan, kalaupun jalan debit airnya sangat pelan, untuk memenuhi satu bak harus menunggu dari malam hingga pagi, itupun kalau jalan," ucapnya kesal.

Sementara itu, Herman Sukendar Direktur PDAM Tirta Wampu, saat dikonfirmasi terkait keadaan ini melalui pesan aplikasi WhatsApp, dirinya menjawab.

"Iya bg…., tadi malam ada permasalahan pompa intake kita terbakar, jadi pengolahan berhenti, pendistribusian berjalan jadi tdk balance bg, juga adanya human eror dari team kita bg.," balasnya.

Saat kembali ditanya. Bukan hanya tadi malam saja, kualitas airnya sangat buruk, kembali dirinya menjawab.

"Iya pak, kita tetap berusaha memberikan yg terbaik bagi pelanggan pak. Ini juga msh proses perbaikan penggantian pompa kita pak. Mohon maaf atas ketidak nyamannya". 

Tentunya jawaban ini sangat klasik didengar masyarakat, soalnya, masyarakat sudah sering mengeluhkan keadaan ini dan menyampaikannya ke PDAM Tirta Wampu UPT Pangkalan Brandan.

"Bosan dengar jawabannya itu-itu saja, mesin matilah, ada perbaikan lah dan bla bal bla lainnya, kita harap ada tindakan konkrit terkait kualitas air yang buruk, karena air ini dikonsumsi masyarakat untuk masak, minum dan lainnya, kalau airnya jelek ini akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat, jangan jual air lumpur ke warga," ucap Aref menambahkan. (Kurnia 02).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel