Kecewa Alkes Tidak Memadai, Dokter Puskesmas Pangkalan Brandan Tutup Layanan Poli Mugi


DikoNews7 -

Merasa kecewa dengan alat kesehatan (alkes) yang tidak memadai serta dianggap tidak steril, sorang oknum dokter gigi fungsional di UPT Puskesmas Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumut, menutup layanan kesehatan Poli Mulut dan Gigi (Mugi) tempatnya bekerja.

Penutupan layanan kesehatan ini dilakukan Rabu (06/09/2023), dengan memasang tulisan "Alat tidak tersedia di poli gigi Puskesmas Pangkalan Brandan, tindakan medis tidak bisa dilakukan", serta tulisan "Dokter gigi siap untuk selalu bertugas, sistem yang ada meniadakannya (menghambat untuk bertugas) Puskesmas Pangkalan Brandan".

Akibatnya, para pasien yang ingin berobat dengan keluhan penyakit gigi merasa kecewa karena tidak mendapatkan pelayanan medis, kejadian ini langsung viral dan menjadi bahan pembicaraan hangat di tengah masyarakat.

Sementara itu, drg.Mukhlis,S.H, M.Kes oknum dokter yang melakukan aksi penutupan layanan kesehatan itu, kepada wartawan mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan karena minimnya peralatan kesehatan yang tersedia. Selain itu peralatan yang ada juga tidak steril karena banyak yang korosi hingga berkarat, tentunya ini tidak sehat jika digunakan.

"Peralatan tidak lengkap dan tidak standar, selama ini guna meningkatkan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di Poli Mugi (Mulut dan Gigi), saya membawa alat dan obat pribadi guna melayani pasien, namun keadaan ini membuat Puskesmas dan Dinas Kesehatan terlena dan tidak memenuhi kewajiban mereka untuk menyediakan peralatan kesehatan yang memadai," ucapnya.

Lebih lanjut, drg Mukhlis mengatakan, keadaan ini sudah lama berlangsung sejak dirinya mulai masuk bekerja di UPT Puskesmas Pangkalan Brandan pada pertengahan tahun 2018, minimnya ketersediaan peralatan di Poli Mugi sudah disampaikan ke pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, namun hingga saat ini belum ada penambahan alat, kalaupun ada tidak mencakup kepada kebutuhan yang utama.

"Dengan keadaan ini, saya siap bertanggung jawab apabila dipanggil Kepala Dinas Kesehatan, kita juga berharap kepada Dinas Kesehatan dan anggota DPRD Kabupaten Langkat yang membidangi agar ini diselesaikan dan disesuaikan dengan kebutuhan serta standar pelayanan, minimal setiap Puskesmas se Kabupaten Langkat khususnya Puskesmas Pangkalan Brandan," ucap drg Mukhlis menambahkan.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Pangkalan Brandan dr Fadlan saat di konfirmasi wartawan, Sabtu (09/09/2023) siang, seakan membantah jika peralatan yang ada tidak memadai.

"Terkait peralatan, kita suruh dokter giginya buat permintaan dan ajukan ke Dinas, namun setelah alat datang dikatakan tidak sesuai dengan permintaan, dari Puskesmas sudah kita ajukan permintaan ke Dinas melalui dokter giginya cuma belum terealisasi," ucapnya.

Disinggung tentang pelayanan kesehatan Poli Mugi yang ditutup, dengan tegas dr Fadlan menjawab, "Itu salah dokter giginya, pelayanan harus dibuka 24 jam, ada enggak ada alat dia harus tetap buka dan dia harus masuk, saya minta ke Dinas untuk menempatkan dokter defenitif atau dokter baru di Puskesmas Pangkalan Brandan dan minta dia untuk dipindahkan ke Puskesmas lain," ujarnya.

Membantah pernyataan Kepala Puskesmas Pangkalan Brandan, drg Mukhlis mengatakan, "Kenapa saya tolak, karena alat yang datang alat yang tidak dibutuhkan berupa alat pemasangan behel dan gigi palsu yang jarang digunakan, sementara yang dibutuhkan berupa tang cabut gigi," jelasnya.

Dirinya menambahkan, dari saat aksinya memasang tulisan dan menutup praktek kesehatan Poli Mugi, hingga saat ini Minggu (10/09/2023) dirinya belum ada teguran dan pemanggilan dari pihak Kepala Puskesmas, untuk itu drg Mukhlis berharap dirinya dipanggil Dinas Kesehatan agar dapat mendudukan apa permasalahan yang terjadi, terangnya. 

Reporter : Kurnia02

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel