492 SPPG Wilayah Sumatera Ditutup Sementara, 20 Diantaranya Berada di Langkat
DikoNews7 -
Pada awal Januari 2025, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini menyasar jutaan anak sekolah mulai dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) sederajat, balita serta serta ibu hamil dan menyusui dalam meningkatkan gizi, menekan stunting, dan mendorong ekonomi lokal.
Setahun berjalan, sebanyak 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur umum produksi dan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Sumatera, untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN), hal ini tertuang dalam surat resmi nomor 769/D.TWS/03/2026 tertanggal 8 Maret 2026 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Dr. Harjito B., S.STP., M.Si dan keputusan ini mulai berlaku sejak Senin (09/03/2026).
Dalam surat tersebut dijelaskan, bahwa penghentian operasional sementara dilakukan karena sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat atau belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Untuk wilayah Sumatera, provinsi Sumatera Utara memiliki jumlah SPPG terbanyak yang belum mendaftar SLHS dengan 252 dapur, disusul Lampung 77 dapur, Aceh 76 dapur, Sumatera Barat 69 dapur, Riau 9 dapur, Kepulauan Riau 5 dapur dan Bengkulu 4 dapur.
Sementara itu, Jambi, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung tercatat tidak memiliki dapur yang belum mendaftar.
Untuk provinsi Sumatera Utara, dari 252 dapur SPPG yang ditutup sementara pengoperasionalannya, 20 diantaranya berada di Kabupaten Langkat, yaitu:
1- SPPG Langkat Bahorok Timbang Lawan 2.
2- SPPG Langkat Secanggang Kepala Sungai.
3- SPPG Langkat Wampu Stabat Lama.
4- SPPG Langkat Bahorok Timbang Lawan.
5- SPPG Langkat Kuala Bela Rakyat.
6- SPPG Langkat Selesai Padang Brahrang.
7- SPPG Langkat Pangkalan Susu Beras Basah.
8- SPPG Langkat Stabat Ara Condong.
9- SPPG Langkat Hinai Desa Baru Pasar VIII.
10- SPPG Langkat Siraut Gunung Tinggi.
11- SPPG Langkat Tanjung Pura Pekubuan.
12- SPPG Langkat Besitang Pekan Besitang 2.
13- SPPG Langkat Stabat Ara Condong.
14- SPPG Langkat Besitang Pekan Besitang.
15- SPPG Binjai Langkat Kuala Begumit.
16- SPPG Langkat Sendang Rejo.
17- SPPG Langkat Bahorok Pekan Bahorok.
18- SPPG Langkat Selesai Pekan Selesai.
18- SPPG Langkat Tanjung Pura Pekan Tanjung Pura 2.
20- SPPG Langkat Babalan Securai Utara.
Diketahui dari 20 dapur SPPG Langkat yang ditutup, salah satunya merupakan milik Yayasan Manunggal Kartika Jaya, yang berada di Beras Basah Pangkalan Susu, dan ini di benarkan oleh Ali Ihsanul Huda selalu Koordinator BGN wilayah Langkat.
Pantauan wartawan Dikonews.com di lokasi dapur SPPG Beras Basah, yang berada di Jalan Pangkalan Susu - Brandan, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut, Senin (09/03/2026).
Terlihat sepi tanpa aktifitas dengan pintu pagar terkunci, bahkan tidak terlihat papan nama maupun spanduk SPPG yang terpasang di lokasi, Tegar Adhitya salah seorang security yang ditemui dilokasi mengatakan, jika siang hari sudah tidak ada aktifitas, semua relawan SPPG sudah pulang.
"Semua sudah pulang, pagi tadi semua hadir dan bekerja karena ada makanan kering yang masuk," ucapnya.
Sementara itu, Krisna Yanti Sihombing, Korcam SPPI Pangkalan Susu saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait penutupan sementara dapur SPPG, mengatakan.
Benar ada pemberhentian sementara di dapur. Dikarenakan SLHS belum ada, dapur disini baru hari jumat, 06-03-2026 oprasional.
Dan SLHS juga sedang di proses pembuatannya oleh pihak Yayasan ke Dinas Kesehatan.
"Hanya sementara pak. Karna memang kemarin dapur dapat berjalan apabila SLHS sedang proses pembuatan dari pihak Yayasan maupun Mitra.
Saya juga sudah mengingatkan pihak Yayasan maupun Mitra untuk melengkapi SLHS. Karna memang itu wewenang yayasan maupun mitra yang melengkapi tersebut." Jawabnya.
Saat kembali ditanya, Ibu Kristina juga merangkap sebagai kepala dapur SPPG, dalam mendukung program pemerintah, kenapa tidak memasang plank atau spanduk yayasan di SPPG, dirinya kembali menjawab.
"Izin pak, saya memang hanya sebagai kepala dapur. Saya sangat menghargai dan merasa senang bapak mendukung program pemerintah kita.
Mengenai memasang plank atau spanduk juga sudah saya ingatkan ke pihak yayasan dan mitra pak.
Karena mengenai itu pihak yayasan dan mitra yang bertangungjawab untuk akan hal itu.
Sebelum nya terimakasih sudah mengingatkan saya akan plank maupun spanduk yang tidak di pasang. Saya akan mengingatkan kembali akan pemasangan spanduk atau plank nya ya pak," jawabnya membalas. (Kurnia02)
