Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih dari 100 Orang di Gaza dalam 24 Jam Terakhir


DikoNews7 -

Serangan udara di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 100 orang selama 24 jam terakhir di tengah tekanan internasional yang semakin besar terhadap Israel untuk melakukan gencatan senjata dan perundingan pembebasan sandera.

Otoritas kesehatan Jalur Gaza pada Minggu (17/12/2023) menuturkan bahwa setidaknya 90 orang tewas akibat pengeboman Israel di kamp Jabalia di utara Kota Gaza dan 12 lainnya dibunuh dalam pengeboman di pusat Kota Deir al-Balah. Demikian seperti dilansir The Guardian, Senin (18/12/2023).

Serangan Israel sejak 7 Oktober telah memicu tragedi kemanusiaan mengerikan di Jalur Gaza, di mana sekitar 85 persen warga mengungsi berbarengan dengan kelangkaan makanan, air, bahan bakar hingga listrik. Pada hari Minggu, puluhan orang dilaporkan menggerebek truk bantuan yang memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah.

Sementara itu, pengiriman bantuan melalui penyeberangan Kerem Shalom dengan Israel dilanjutkan kembali pada hari Minggu untuk pertama kalinya sejak perang Hamas Vs Israel terbaru pecah, meskipun lembaga-lembaga bantuan telah memperingatkan bahwa perkiraan jumlah bantuan yang masuk setiap hari akan berlipat ganda – yaitu 100 truk – masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk meringankan tragedi kemanusiaan.

Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berhasil mengirimkan pasokan ke Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza pada hari Minggu menggambarkan kompleks medis tersebut sebagai "pertumpahan darah", dengan sedikit air dan makanan untuk ribuan orang yang menggunakannya sebagai tempat berlindung. (*)

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel