Gemkara Sudah Tiada, Ketua Penasehat TMG : OK Arya Simbol Kekuatan Memicu Semangat


DikoNews7 -

Pengurus Besar Tunas Muda Gemkara (PB TMG) menggelar buka puasa bersama sekaligus penyambutan sang pejuang kabupaten Batu Bara H OK Arya Zulkarnaen SH MM di Sekretariat Rumah Juang Pengurus Besar Tunas Muda Gemkara Jl. Kuala Teuku Umar Dusun V Desa Pahang, kecamatan Talawi, Kamis (21/03/2024) malam.

Acara dikemas secara sederhana, namun berlangsung meriah dengan mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar TMG tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pembina TMG yang juga pejuang pemekaran kabupaten Batu Bara H OK Arya Zulkarnaen SH MM, Ketua Umum TMG Ismail beserta jajaranya, Dewan Penasehat TMG Nafiar yang juga anggota DPRD Batu Bara yang terpilih periode 2024-2029 dan juga tampak hadir Ridwan anggota DPRD terpilih dari Partai Gerindra periode 2024-2029.

Dalam sambutan Ketua Umum (Ketum) TMG mengatakan, sudah lama kita tidak bersuasa dari perjalanan kita mengadakan aksi yang pertama, kedua bahkan kita tahan sampai yang ketika.

"Jadi semua pergerakannya telah disusun oleh pembina utama kita, saya selaku ketum monitor jarak jauh jadi kawan-kawan yang masih mengambang kemarin, ini lah hasil bukti kerja nyata kami, " ucapnya.

Alhamdullillah dari hasil yang kita kerjakan, bahkan ada kawan-kawan juga pendiri dan pencetus setelah berangkat dari Medan kita lahirkan TMG ini, bahkan kami dulu ada yang didumaskan empat orang, beber Ketum TMG.

"Pada malam hari ini tidak ada perbedaan antara kita yang lalu biarkan berlalu, kita buka lembaran baru lagi, kita ingin melayu itu bersatu bukan berpecah dan kita sudah melihat keadaan yang kemarin lima tahun kedepan, " ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina TMG H. OK Arya Zulkarnaen. S. H. M. M dalam sambutannya menyampaikan, alhamdullillah ya allah, dari hati saya yang dalam semangat saya itu ada di kabupaten Batu Bara, di dalam penjara pun saya orang Batu Bara yang mengasihkan semangat.

Apa lagi disini ada anggota DPRD Batu Bara kita yang baru yang kedepan dapat mewakili aspirasi kita, dan saya mungkin setelah lima hari yang lalu SK sudah saya terima dari Pejabat (Pj) Bupati Batu Bara saya diangkat sebagai Staf Khusus (Stafsus) dibidang pemerintahan dan keuangan, sebutnya.

"Alhamdullillah kebetulan kiranya sejalan, saya juga berjanji sama dia mengantarkan dia sampai selesai tugasnya dengan baik dan bisa meraih prestasi atas nama kabupaten Batu Bara ini, kalau dia naik menjadi Dirjen saya kira keuntungan sama orang Batu Bara, karena hubungan silaturahmi sudah pernah terjalin dan apa pun yang terjadi masih bisa kita mengaduhkan sama dia, " ucap Pejuang Batu Bara.

Lanjutnya, saya pada saat ini sudah berusia 67 tahun, saya jadi Bupati Batu Bara pertama sekali pada usia 53 tahun selama dua periode. Insyah Allah Batu Bara yang sudah kita perjuangkan dan perjuangan kabupaten Batu Bara itu panjang, tiga generasi dan tujuh tahun generasi ke tiga baru bisa kita raih namanya kabupaten Batu Bara.

Nah, hampir sembilan tahun saya rasa, saya Bupati pertama yang depenitif, saya enggak bangga jadi Bupati saya lebih bangga sama masyarakat Batu Bara yang mengukir sejarah di NKRI ini bahwa Bupati Independent pertama Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnaen, bebernya.

Secara politis itu luar biasa, gubernur ada yang independent sampai sekarang DPR RI pun tidak berani bikin Presiden independent, cetus nya.

Ingat ya, tanpa kalian sadari apa yang kami kombur-kombur kan pada waktu pemutaran film layar tanjap itu yang dicaci-caci orang terbukti sekarang kabupaten yang tiga pintu tolnya hanya kabupaten Batu Bara.

Jadi kepada anggota DPRD Batu Bara yang baru jangan mau ketinggalan, kalau anggota DPRD Batu Bara yang lalu abu-abu aja. Apa yang dinyatakan oleh masyarakat Batu Bara ini memang luar biasa, tandas OK Arya.

Di tempat yang sama, Ketua Penasehat TMG, Nafiar menyampaikan, pada bulan penuh berkah penuh pengampunan kita berharap ridho Allah sehingga apa yang kita harapkan menjadi semangat, spirit perjuangan untuk merebut kembali, " Mari Bung Rebut Kembali ".

Batu Bara harus Bangkit kembali, bahwa sosok Pak OK Arya merupakan sosok yang sangat pundamental di masyarakat Batu Bara, tanpa beliau Batu Bara tidak akan berdiri, tadi sudah disinggung beberapa generasi pendahulu kita untuk memperjuangkan kabupaten Batu Bara dari zaman kewedanaan tidak pernah berhasil, ucapnya.

Dengan penuh semangat sosok Pak OK Arya, alhamdullillah Batu Bara dapat dimekarkan atau dipisahkan dari kabupaten Asahan. Dengan semangat dan semboyan perjuangan masyarakat Batu Bara sejahtera berjaya itu tujuan dari pada cita-cita luhur perjuangan masyarakat Batu Bara, tuturnya.

"Selama kepemimpinan beliau (OK Arya red) Batu Bara telah setara dengan kabupaten Asahan yang begitu luas bila dibandingkan dengan kabupaten Batu Bara yang dimekarkan. Sedikit saya mohon maaf, lahirnya Batu Bara tidak terlepas dari Gerakan Masyarakat Menuju kabupaten Batu Bara (Gemkara), pada masa dua periode pak OK Arya memimpin pemerintahan kabupaten Batu Bara sudah nampak wujud nyata dan disisi pembangunan, mohon maaf, masyarakat Batu Bara adalah masyarakat pesisir yang panjang garis pantainya lebih kurang 62 Km perbatasan langsung dengan Selat Melaka, " ungkap Nafiar.

Mohon maaf, Desa Bogak, Desa Bagan Dalam, kecamatan Tanjung Tiram, tidak ada lagi Gang yang tidak mencicipi yang namanya pembangunan di masa pak OK Arya, ini bukti nyata.

Lebih lanjut dikatakannya, Gemkara setelah terjadi peralihan kepemimpinan di kabupaten Batu Bara kita berharap spirit nya sama. Namun, saya nyatakan malam hari ini harapan itu nol besar. 

Kita kecewa, mohon maaf, kalau Gemkara merasa tersinggung, saya sangat respek dan sangat apresiasi dengan Gemkara mengantarkan kabupaten Batu Bara, setelah terjadi peralihan kepemimpinan pemerintahan kabupaten Batu Bara citranya sudah berubah, saya sampaikan kepada kawan-kawan Tunas Muda Gemkara (TMG) bahwa Gemkara sudah di Museum kan oleh pemerintahan yang zholim hari ini, tegas Nafiar.

Jangan kita bangga, dibuktikan dengan adanya monumen tugu yang begitu dibanggakan tapi kalau menurut pilosopinya pemikiran orang tua Gemkara sudah ditiadakan atau sudah dimuseumkan, bebernya dengan lantang.

"Begitu di tahun 2019 saya purnabakti menjadi anggota DPRD Batu Bara dan saya mengasingkan diri di tambak di Bagan Area, bukan saya tidak mau berkiprah sama kawan-kawan tapi saya merasa kekecewaan kepada siapa saya mau sampaikan ide, gagasan, dan " Mari Bung Rebut Kembali", alhamdulillah ada adek saya disini Dedek Piliang yang selalu memberikan semangat kepada saya begitu juga dengan Ismail dan kami akan dirikan Tunas Muda Gemkara dan hari ini sudah dibuktikan TMG berkiprah kembali untuk Mari Bung Rebut Kembali," ucapnya penuh semangat.

Saya meneteskan air mata ketika dua tokoh melayu dipersatukan di kabupaten Batu Bara yaitu Pj. Bupati Batu Bara yang hari ini dengan sosok yang sangat pundametal di Batu Bara pak OK Arya. 

Saya tanyakan kepada TMG apa kah mau kita dalam satu komando untuk menyonsong Pilkada kedepan dengan tidak ada mengedepankan egosenris kita masing-masing, kita lepaskan siapa kita, berpikir kita bagaimana menyonsong kabupaten Batu Bara untuk lebih maju sejahtera berjaya.

"Mudah-mudahan pada bulan penuh berkah bulan suci ramadhan ini allah mengijabah doa kita untuk mengembalikan tujuan leluhur kita yaitu mengembalikan masyarakat sejahtera berjaya yang penuh berkeadilan, " tukasnya.

Kita juga menjadikan pak OK Arya sebagai simbol kekuatan memicu semangat kawula muda terutama sekali adalah Tunas Muda Gemkara (TMG) kita menyamping kan kita tidak melupakan para pendiri Batu Bara dan kita sangat respek, cuma kemarin itu salah diarahkan oleh kekuasaan yang begitu zholim terhadap Gemkara maka lahirlah TMG dengan penuh semangat untuk meraih cita-cita luhur kita, mari kita songsong Tunas Muda Gemkara, tegasnya.

Reporter : Erwin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel