Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Gelar Sidang TPP, Diikuti Warga Binaan Urus Hak Integrasi


DikoNews7 -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian bentuk proses pemenuhan hak-hak Warga Binaan. 

Sidang yang di gelar, Rabu (26/11/2025) ini di pimpin secara langsung oleh Kepala Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Soetopo Berutu, dan di dampingi pejabat struktural, Staf Bimbingan Kerja (Bimker), serta Staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).

Kagitan berjalan dengan tertib dan profesional untuk memastikan setiap usulan di nilai secara komprehensif. 

Kali ini, Sidang TPP di ikuti Warga Binaan yang sedang mengurus hak integrasi, terdiri dari 21 orang yang mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB), 24 orang untuk Cuti Bersyarat (CB), serta 3 orang Warga Binaan yang menjalani penilaian sebagai tamping. 

Sebagai bentuk transparansi dan penguatan dukungan keluarga, pelaksanaan sidang ini juga mewajibkan kehadiran orang tua atau wali dari masing-masing Warga Binaan. 

Kehadiran keluarga turut menjadi pertimbangan penting dalam proses penilaian pembinaan dan kesiapan kembali ke masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kalapas Soetopo menyampaikan bahwa sidang TPP merupakan langkah penting dalam menjamin hak-hak Warga Binaan terpenuhi secara objektif, transparan, dan sesuai regulasi. 

Kalapas menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan reintegrasi sosial. 

Kehadiran orang tua atau wali memberikan gambaran mengenai komitmen dan kesiapan lingkungan keluarga untuk mendampingi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat, ucap Soetopo. 

Melalui pelaksanaan sidang TPP ini, lanjut Soetopo di harapkan proses pembinaan dapat berjalan semakin optimal dan Warga Binaan semakin termotivasi untuk menunjukkan perubahan sikap serta perilaku positif. 

Lapas Labuhan Ruku berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan, sehingga setiap Warga Binaan dapat memperoleh haknya dan memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri, tukas Soetopo. 

Reporter : Erwin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel