PW GPA Sumut Kecam Dugaan Tindakan Asusila Oknum Dirut BUMD Sumut
DikoNews7 -
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara (PW GPA Sumut), Ilham Hutabarat, mengecam keras dugaan tindakan asusila yang menyeret seorang oknum Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara berinisial AW.
Pernyataan tersebut disampaikan Ilham menyusul beredarnya sebuah video viral di media sosial yang memuat pengakuan seorang perempuan muda berinisial SNL (25).
Dalam video tersebut, SNL mengaku menjadi korban dugaan pemaksaan hubungan terlarang oleh oknum pejabat dimaksud, yang disebut-sebut hingga mengakibatkan dirinya hamil.
Ilham Hutabarat menegaskan bahwa dugaan kasus ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi semata, mengingat terduga merupakan pejabat publik yang seharusnya menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas dalam menjalankan amanah jabatan.
“Jika dugaan ini benar, maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan moral. Kami mengecam keras segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat perempuan dan mencederai rasa keadilan,” ujar Ilham kepada wartawan di Medan, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, Ilham menyatakan bahwa dugaan perbuatan tersebut berpotensi merugikan korban, baik secara psikologis maupun fisik.
Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat publik di lingkungan BUMD Sumatera Utara, Ilham juga meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar segera mengambil langkah tegas demi menjaga marwah dan kredibilitas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kami meminta Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi dan, bila diperlukan, mencopot oknum Dirut BUMD berinisial AW dari jabatannya. Keberadaan pejabat yang terseret dugaan kasus asusila hanya akan mencoreng citra pemerintahan dan memberikan contoh buruk bagi masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terduga maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi semua pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
Reporter : Sulaiman / Ginda.
Editor : Diko.
