Kecewa Rusak Tanpa Perbaikan, Warga Blokir Jalan Binjai-Bukit Lawang


DikoNews7 -

Kecewa dengan kondisi jalan rusak tanpa perbaikan, warga Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, melakukan aksi masa dengan berorasi turun kejalan dan memblokir akses lalu lintas di jalan protokol Binjai-Bukit Lawang, simpang tiga Jalan Merdeka, Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Senin (06/04/2026).

Dengan emosi, warga menutup akses jalan utama dengan kayu, batu, galon minuman, ban mobil dan barang-barang lainnya sembari berorasi meminta Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperbaiki jalan yang rusak dengan aspal hingga nyaman digunakan masyarakat dalam beraktifitas. 

Sontak, aksi ini membuat arus lalu lintas dari kedua arah terhenti dan kendaraan tidak diperbolehkan melintas karena di hadang warga

Menurut warga, kondisi jalan rusak dengan lubang-lubang besar sudah lama dikeluhkan masyarakat, bahkan dengan kondisi ini sudah sering menimbulkan kecelakaan para pengendara motor terjatuh, kondisi terparah dirasakan lebih dari lima (5) tahun dimana jalan rusak menimbulkan debu disaat cuaca panas dan becek disaat hujan.

"Kondisi jalan rusak tidak kunjung diperbaiki hingga semakin parah, abu beterbangan mengganggu kesehatan warga, selain itu banyak batu (kerikil) jalan mental saat dilindas ban kendaraan dan mengenai ruko dan rumah warga, dengan kondisi ini sudah banyak warga yang kecelakaan dan terjatuh dari motor," ucap Marlina salah seorang warga.

Lebih lanjut, warga menuding, pemerintah tutup mata dengan kondisi jalan yang rusak, padahal jalan ini menuju destinasi ekowisata Bukit Lawang yang terkenal hingga ke mancanegara dengan penangkaran hewan dilindungi berupa Orangutan (OU).

"Ini jalan menuju destinasi ekowisata alam Bukit Lawang, tapi kondisi jalannya buruk dan rusak hingga sulit dilalui, apa tidak malu dengan kondisi ini, yang mana setiap hari dilewati wisatawan asing tapi jalannya rusak," ucap beberapa warga.

Dengan kondisi ini, warga menuntut Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk segera memperbaiki jalan yang rusak, dan sebelum dilakukan pengaspalan, warga meminta dilakukan penyiraman dijalan yang rusak sepanjang ±500 meter agar tidak berdebu.

Sementara itu, Plh Kapolsek Salapian Iptu Jasmin beserta jajaran dan Lurah Tanjung Langkat, yang datang guna melakukan pengamanan dan berdialog bersama  masyarakat, akhirnya menyepakati penyiraman jalan agar tidak berdebu dan membuka pemblokiran jalan hingga kendaraan dapat melintas.

"Setelah berdialog bersama warga, akhirnya disepakati dilakukan penyiraman dijalan sepanjang ±500 meter, menjelang siang jalan dibuka dan lalu lintas kembali lancar, kita juga telah berkoordinasi dengan Camat Salapian, penyiraman akan dilakukan oleh pihak Forkopimcam yang bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Salapian, sesuai dengan permintaan warga penyiraman dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari sehingga dilakukan pengaspalan," terang Iptu Jasmin.

Sementara, Camat Salapian Ramlan Tarigan, S.Sos saat dihubungi wartawan melalui via telepon menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, dan akan ada perbaikan (pengaspalan) jalan di wilayah Kecamatan Salapian. 

"Beberapa waktu lalu, saya sudah melakukan koordinasi dengan Bina Marga Provinsi Sumatera Utara, pengaspalan jalan di wilayah Kecamatan Salapian akan dilakukan pada bulan Juni 2026 akan datang, itu sudah kita jelaskan kepada warga setempat," ucap Ramlan Tarigan. 

Lebih lanjut dikatakannya, penyiraman jalan rusak sepanjang ±500 meter sebanyak empat (4) kali dalam sehari hingga dilakukan pengaspalan, pihaknya telah bekoordinasi dengan pihak perusahaan yang ada di Kecamatan Salapian dan akan dilakukan keesokan harinya. (Kurnia02).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel