Bobolnya Ratusan Kios Pasar Tradisional Marelan Jadi Atensi Polsek Medan Labuhan


DikoNews7 -

Bobolnya ratusan kios dan lapak pedagang di pasar tradisional Marelan yang menyita perhatian publik jadi atensi Polsek Medan Labuhan. 

"Kasus pembobolan kios pedagang di Marelan jadi atensi," jelas Kapolsek Medan Labuhan AKP D. Raja Putra Napitupulu, SIK. MM kepada wartawan, ucap Kapolsek, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, polisi terus memburu dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian yang meresahkan para pedagang tradisional di pasar tradisional Marelan.

"Kita kejar para pelaku," ujarnya. 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Noldi, SH MH memastikan personalnya bekerja semaksimal mungkin

"Kami harus bekerja keras mengungkap kasus pencurian ratusan kios di pasar Tradisional Marelan," katanya.

Hamzar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi maupun bukti awal yang dapat menjadi petunjuk bagi kepolisian.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting untuk mempercepat pengungkapan kasus. Ia juga mengimbau para pedagang agar meningkatkan sistem keamanan di lingkungan pasar.

"Kami masih membutuhkan informasi dari masyarakat agar kasus cepat terbongkar," jelas Kanit. 

Sementara itu, salah seorang korban, Charlie, mengaku telah menyerahkan rekaman video dan jumlah kerugian Rp100 juta kepada pihak kepolisian. 

Dalam rekaman tersebut, sebelum kiosnya dibobol, terlihat seorang pria datang dan memberikan peringatan bahwa kios miliknya diduga menjadi sasaran pencurian karena memiliki pintu besi yang dinilai sangat tebal.

"Sebelum kios dibobol, ada seorang pria datang ke kantor dan mewanti-wanti kalau kios saya ada yang menarget karena pintu besinya sangat tebal," ungkap Charlie.

Charlie juga mengaku telah menyampaikan kepada penyidik bahwa dirinya sebelumnya pernah dua kali menjadi korban pencurian, yakni kehilangan ketumbar dan bumbu dagangan.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta mendalami rekaman yang tersedia untuk mengidentifikasi pelaku. 

Aparat memastikan proses penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap kasus pembobolan yang merugikan ratusan pedagang di pasar tradisional Marelan tersebut. (ro)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel