Masyarakat Hamparan Perak Resah, Diduga Para Pelajar Banyak Terkontaminasi Narkotika
DikoNews7 -
Keresahan terhadap maraknya peredaran narkotika di Dusun 11, Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, semakin menggerus hati seluruh warga.
Kali ini, suara keprihatinan datang dari kalangan ibu-ibu dan bapak perwiritan yang mengaku khawatir dengan kondisi lingkungan yang dinilai semakin rawan terhadap penyalahgunaan narkoba, Kamis (9/7/2026)
Menurut mereka, dugaan aktivitas peredaran sabu-sabu disebut masih berlangsung di kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Gudang Atap Dusun 11, Desa Kota Datar.
Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan mulai menyasar kalangan remaja hingga pelajar.
Sejumlah ibu-ibu perwiritan mengungkapkan, peredaran narkotika tidak lagi hanya menjadi persoalan kriminal semata, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial masyarakat.
Mereka mengaku semakin sulit mengawasi anak-anak di lingkungan tempat tinggal karena teah terpengaruh oleh jaringan peredaran narkoba.
"Kami sangat resah. Yang paling kami takutkan, narkoba ini sudah mengarah kepada anak-anak muda dan pelajar. Kalau tidak segera ditindak, masa depan generasi muda akan semakin terancam," ujar salah seorang anggota perwiritan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Mereka menilai dampak penyalahgunaan narkotika telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari meningkatnya tindak kriminal, rusaknya hubungan keluarga, hingga hilangnya masa depan generasi penerus bangsa.
Atas kondisi tersebut, para ibu perwiritan mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Kota Datar.
Selain penegakan hukum, mereka juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat edukasi dan pencegahan bahaya narkoba melalui sekolah, rumah ibadah, serta kegiatan kemasyarakatan agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan maraknya peredaran narkotika di lokasi yang disebutkan warga. Media ini masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak berwenang.(ro)
