Kado Manis HUT Kemerdekaan RI ke-81, Infrastruktur Jalan Kabupaten Langkat Masih Banyak Yang Rusak
DikoNews7 -
Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", tahun 2026 ini usia Kemerdekaan RI memasuki tahun ke-81.
Selama 81 tahun merdeka, harapan anak bangsa dapat bangkit menyusun negara yang berdaulat, melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta perdamaian dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun perjalanan kemerdekaan Indonesia ini nampaknya tidak didukung dengan pembangunan infrastruktur yang layak di Kabupaten Langkat, banyak Infrastruktur jalan rusak bahkan ada yang belum tersentuh pembangunan.
Seperti yang terlihat di jalan Sei Bilah, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut, kondisi jalan yang rusak terbentang sepanjang ±1,2 km, keadaan ini sudah lama di keluhkan masyarakat.
"Jalan Sei Bilah rusak parah, mulai masuk dari simpang kantor PP jalan pelabuhan sampai simpang 3 Curam, kondisinya sangat memprihatinkan, ada kemaren di aspal hotmix, itupun hanya sekitar 150 meter, lebihnya rusak disepanjang jalan, jalan ini merupakan jalan utama warga dalam beraktifitas dan selalu ramai digunakan warga," ucap Syamsul (43) warga Sei Bilah, Senin. (17/08/2026).
Sementara itu, beberapa hari lalu terpantau jalan Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut, kondisinya juga rusak parah hingga sulit dilalui kendaraan.
Kerusakan sudah mulai terlihat mulai masuk Desa Pangkalan Siata dari Kecamatan Besitang, kondisi jalan tanah dan berbatu melintasi perkebunan kelapa sawit, terlihat juga beberapa pengendara yang melintas menggunakan sepeda motor dengan penuh lumpur.
Menurut keterangan warga sekitar, jalan rusak terbentang di 10 dusun, termasuk jalan utama desa, minimnya pembangunan sudah sangat dikeluhkan masyarakat, kalau hujan jalanan menjadi becek berlumpur hingga sulit dilalui kendaraan.
"Kerusakan terparah berada di Dusun V, jalan ini tak pernah tersentuh pembangunan, kalau hujan jalanan ini tak ubah seperti kubangan kerbau dan sulit dilalui, tak jarang kendaraan roda dua dan roda empat terperosok kedalam lubang saat coba menerobos jalan ini," ucap Daud (57) warga Desa Pangkalan Siata.
Disini, lanjut Daud, minim pembangunan dan jalan-jalan penghubung banyak yang belum tersentuh pembangunan jalan yang layak (hotmix), kalaupun ada jalan yang di aspal hotmix volumenya lebih kurang 100 meter, itupun kualitasnya sangat buruk, dalam hitungan satu (1) bulan sudah terlihat kerusakan, terangnya.
Kondisi ini cukup menjadi perhatian masyarakat, dimana diusia Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun, masih banyak Infrastruktur jalan yang rusak.
Dodi Ramlan, koordinator LSM Sidik Kasus Teluk Aru, mengatakan sudah 81 tahun Indonesia merdeka, tapi hingga saat ini masih banyak jalan di Kabupaten Langkat yang rusak dan perlu perbaikan demi melancarkan aktifitas warga, jalan yang rusak menghambat perekonomian masyarakat.
"Saat ini masih banyak jalan di Kabupaten Langkat yang rusak dan belum tersentuh pembangunan, seperti di Kecamatan Sei Lepan, Besitang, Pematang Jaya, Tanjung Pura, Secanggang, Selesai dan lainnya, kita harap ini menjadi perhatian pemerintah untuk segera disikapi dan memperbaiki kondisi jalan rusak dan membangun jalan baru yang layak demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ucapnya menyampaikan. (Kurnia02)
