Penjemur Ikan Teri & Ikan Asin di Pesisir Tanjung Tiram Butuh Perhatian


DikoNews7 -

Ikan teri maupun ikan asin adalah salah satu olahan makanan yang sangat di gemari. 

Namun, proses pengeringan ikan yang di lakukan buruh penjemur masih secara tradisional dengan cara mengeringkan menggunakan sinar matahari. 

Para penjemur dan pengrajin ikan asin di pesisir Tanjung Tiram memang sangat membutuhkan perhatian serta dukungan nyata dari pemerintah. 

Usaha ini menghadapi banyak tantangan klasik yang menghambat kesejahteraan. Masalah ini semakin terasa saat musim hujan. 

Hal ini diungkapkan seorang buruh penjemur ikan teri di Jalan Kartini, Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram, Batu Bara, Minggu (30/08/2026). 

Ia mengatakan, kalau cuaca mendung ikan bisa gagal semua, kadang rugi mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Pengeringan cara tradisional sangat rentan terhadap cuaca dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, cetusnya. 

Lanjutnya, kondisi tersebut jelas mengurangi mutu produk dan mengancam kerugian bagi para pedagang / pengusaha ikan teri dan ikan asin. 

Sebagai solusinya, pemerintah daerah harus bisa memberikan bantuan alat pengering ikan bagi pengusaha ikan teri dan ikan asin. 

Dengan alat pengering ikan, masyarakat pesisir khususnya Tanjung Tiram bisa lebih siap menghadapi tantangan cuaca sekaligus menjadi bagian dari masa depan yang berkelanjutan untuk hidup lebih layak dan mandiri. 

Ia berharap pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi buruh penjemur ikan, bahkan nyaris tidak ada jaminan ketika kami tidak bisa melakukan aktivitas penjemuran ketika hujan. 

Menurutnya, penjemur ikan seharusnya mendapat perhatian dan hak yang layak dari pemerintah daerah.

Reporter : Erwin. 

Editor : Diko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel