Berselang 15 Hari, Desa Lama Baru Sei Lepan Kembali Dilanda Banjir


DikoNews7 -

Kembali Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut, yang berada dipinggiran sungai Babalan di landa banjir, kondisi ini merupakan kali kedua banjir yang melanda dibulan yang sama (September).

Air mulai naik ke pemukiman warga pada Senin (28/09/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi terparah berada di Dusun II Wonorejo Desa Lama Baru dimana banjir disebabkan curah hujan yang tinggi di hulu mengakibatkan debit permukaan air sungai Babalan meluap.

Kepala Dusun II, Suroto saat ditemui didepan kantor Desa Lama Baru, mengatakan, hingga siang ini permukaan air terus naik mencapai 40-60 cm dipemukiman warga.

"Ada 50 KK yang terdampak, hingga siang ini terlihat permukaan air terus naik, kita bersama pemerintah desa terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga," ucapnya mewakili Kepala Desa Lama Baru, Kursi Ginting 

Lebih lanjut, Suroto menyampaikan, kemaren di dusun II, ada dua (2) tanggul sungai yang jebol hingga menyebabkan banjir besar, akibat kejadian ini rumah Pak Kusno yang berada didepannya hanyut terbawa kuatnya arus banjir.

"Tanggul itu sudah diperbaiki, namun ada satu tanggul lagi yang sudah erosi sepanjang kurang lebih 30 meter dan menyisakan lebar tanggul tidak sampai 1,5 meter, tepatnya didepan rumah Pak Legirun, kita harap tanggul ini segera diperbaiki," ucapnya berharap.

Diketahui, sejak banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat pada 26 Nopember 2025 lalu, hingga kini tanggul yang berada di sepanjang aliran sungai Babalan yang melintasi beberapa kecamatan termasuk Kecamatan Sei Lepan, belum diperbaiki secara permanen.

Kondisi tanggul yang sudah tua dan minim perawatan, membuat pemukiman warga rawan banjir, terhitung beberapa kawasan seperti Desa Harapan Baru dan Desa Lama Baru sering dilanda banjir, bahkan dalam satu (1) tahun, daerah ini bisa dilanda banjir 4 sampai 7 kali.

"Setelah banjir besar Nopember 2025 lalu, kemaren 8-13 September 2026 kita warga dusun II Wonorejo kembali banjir, saat ini kita kembali kebanjiran dengan rentang waktu 15 hari, belum hilang trauma itu sudah kebanjiran lagi," ucap Wati warga sekitar.

Keadaan ini membuat warga khawatir dan meminta pemerintah Kabupaten Langkat sigap mengatasi masalah ini, memperbaiki tanggul sungai secara permanen guna meninggikan dan melebarkan badan tanggul.

"Kita harap Pemerintah Kabupaten Langkat tanggap dengan keadaan ini, secepatnya memperbaiki kondisi tanggul, meninggikan dan melebarkan badan tanggul, karena tanggul yang lama sudah tidak mampu menahan debit air dan melakukan normalisasi sungai secara besar-besaran," ucap Tarigan dan warga Desa Lama Baru lainnya.(Kurnia02)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel