Sampah Pasar Tradisional Pangkalan Susu Menumpuk, Dinas LH Langkat Dianggap Tidak Becus Bekerja
DikoNews7 -
Sudah sering diberitakan baik di media cetak maupun online, namun kondisi sampah yang menumpuk dan berserakan di sekitar pasar tradisional (pajak) Pangkalan Susu, tetap menjadi pemandangan kumuh, kotor dan jorok yang kerap ditemui setiap hari.
Buruknya pengelolaan sampah dari dinas terkait, dalam hal ini di naungi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat, membuat masyarakat bertanya-tanya, mampukah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat bekerja maksimal mengatasi permasalahan sampah di wilayah kerjanya.
Beberapa masyarakat yang coba ditemui dan di konfirmasi saat melintas di Jalan Sandang Pangan, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat Sumut, tepat dimana tumpukan sampah dibiarkan berserak hingga menggunung dengan berbagai aroma bau busuk menyengat, mengatakan sudah sangat resah dan minta dinas terkait untuk lebih serius mengatasi masalah yang ada.
"Keadaan ini terus terjadi, bisa sampai 2-4 hari baru diangkat bahkan lebih, kalau hujan kondisinya sangat jorok, becek dan baunya sangat menyengat di hidung, lihat aja sendiri, segala jenis sampah ada dan dibiarkan menumpuk hingga menggunung sampai berulat," ucap Aminah (33) warga Pangkalan Susu, saat ditemui disekitar lokasi Selasa (08/09/2016) siang.
Senada, Ali (46) warga lainnya juga mengaku resah dengan kondisi sampah yang ada. Lokasinya berada di areal pasar tradisional Pangkalan Susu dan berdekatan dengan pemukiman warga dan kantor pemerintahan.
"Bau busuk menyengat itu yang kami rasa setiap hari, ini sangat menggangu aktifitas warga, apalagi lokasinya tepat di belakang kantor Camat yang juga dekat dengan Puskesmas dan Koramil 15 Pangkalan Susu, kenapa sampah ini tidak bisa di atasi, kan lucu, kalau memang tidak becus ganti aja semua petugasnya," ucapnya dengan nada kesal.
Keresahan masyarakat bukan tanpa alasan, karena menurut warga keadaan ini sudah sering terjadi, dan jika di ributkan petugas kebersihan segera mengatasi dengan mengangkut sampah dan membersihkan lokasi, namun tak butuh waktu lama, sampah kembali menumpuk dan dibiarkan hingga berhari-hari baru diangkat ke tempat pembuangan akhir.
Sementara itu, Syahrial selaku Kepala UPT persampahan wilayah Teluk Aru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, saat dikonfirmasi terkait keadaan ini melalui pesan aplikasi WhatsApp, Kamis (10/09/2026) siang, dirinya menjawab.
"Itu sampah tetap kita angkut setiap harinya tetapi dikarenakan armada kita hanya satu unit jadi sampah setiap harinya meledak dengan jumlah masyarakat yg padat penduduk. Harap dimaklumi kalau sampah selalu banyak melimpah," jawabnya.
Lebih lanjut sambungnya. Bapak bisa lihat kita punya media sosial tiktok kita punya kerjaan anggota kita tetap ontime setiap hari nya, tulisnya.
Tentunya jawaban ini seperti bertolak belakang, dimana pantauan dilapangan dan konfirmasi kepada warga dan pedagang sekitar, mengatakan jika sampah disekitar Jalan Sandang Pangan, Pangkalan Susu, tidak setiap hari diangkat, bahkan pernah sampai seminggu lebih baru diangkat.
"Terlihat Dinas LH Langkat tidak becus bekerja mengatasi masalah sampah ini, karena persoalannya selalu sama dari tahun ke tahun, harus ada tindakan konkrit dalam mengatasi masalah ini, agar lingkungan sekitar menjadi bersih," ucap Ali menambahkan. (Kurnia02)